sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pelemahan rupiah tak usik pembangunan infrastruktur

Di tengah fluktuasi rupiah pemerintah optimis investor tidak akan menarik diri. Dana pembangunan infrastruktur diperkisakan tak membengkak.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Sabtu, 28 Apr 2018 17:42 WIB
Pelemahan rupiah tak usik pembangunan infrastruktur

Di tengah fluktuasi rupiah yang tidak menentu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimis investor tidak akan menarik diri. Dana pembangunan infrastruktur terutama yang masuk dalam PSN (Proyek Strategi Nasional) diprediksi juga tidak akan membengkak

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPPIP) Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo menjelaskan, pelemahan rupiah hanya bersifat temporer. Ini sama sekali tidak mempengaruhi sistem pendanaan infrastruktur PSN.

"Biasanya suatu proyek punya perhitungan biaya jika ada fluktuasi harga bahan baku," terang Wahyu Utomo kepada Alinea melalui pesan singkat.

Dia menambahkan, tidak semua bahan baku untuk pembangunan infrastruktur berasal dari lokal, meskipun beberapa bahan baku juga ada yang harus diimpor. Tergantung jenis pekerjaan dan infrastruktur apa yang dibangun.

Atas dasar itu, kata dia, kalaupun ada dampaknya, maka bukan hanya untuk PSN saja, tapi juga berdampak pada pembangunan infrastruktur lainnya. Yang jelas, kata dia, sampai saat ini tidak ada hambatan yang berarti.

"Sejauh ini belum ada dampaknya, kita akan pantau terus," tegasnya.

Wahyu juga meyakini investor-investor yang berinvestasi dalam proyek pembangunan infrasktur di Indonesia sudah memahami kondisi seperti, sebab investasi yang ditanam dalam jangka panjang.

"Risiko-risiko seperti ini pastinya sudah diperhitungkan. Mereka tahu investasi itu jangka panjang, jadi kalau hanya riak-riak yang sifatnya short term tentunya enggak akan menganggu minat mereka berinvestasi," tukas Wahyu.

Sponsored

Untuk diketahui, sejak dicanangkannya PSN ini pada 2016, Presiden telah menyetujui 222 proyek dan tiga program dengan nilai investasi kurang lebih Rp4.100 triliun.

Dengan jumlah itu, APBN hanya menyiapkan Rp423 triliun, sementara dari BUMN dan BUMD Rp1.255 triliun. Sisanya sekitar Rp2.413 triliun pemerintah akan melibatkan swasta lewat KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) serta Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA).

Berita Lainnya