sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pelni bagi tiga wilayah angkutan Lebaran 2019

Dari tiga wilayah angkutan, secara total Pelni mengoperasikan 61 frekuensi reguler dan 44 frekuensi tambahan.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 09 Mei 2019 11:44 WIB
Pelni bagi tiga wilayah angkutan Lebaran 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) membagi tiga wilayah angkutan Lebaran 2018 untuk memudahkan pelayanan kepada pemudik. Pelayanan mudik dibagi menjadi wilayah barat, wilayah tengah dan wilayah timur.

"Angkutan Lebaran kali ini Pelni membagi menjadi tiga wilayah pelayanan,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/5).

Wilayah barat mencakup ruas Batam-Belawan, Sampit-Semarang, Sampit-Surabaya, Kumai-Semarang, Kumai-Surabaya, Batam-Tanjung Priok.

Wilayah barat akan dilayani enam kapal. KM Kelud dan KM Dorolonda melayani ruas Batam-Belawan. Adapun KM Kelimutu, KM Binaiya, KM Leuser, KM Egon dan KM Lawit melayani ruas Kumai-Semarang, Sampit, Pontianak dan Surabaya.

“Untuk wilayah barat, Pelni mengoperasikan enam frekuensi reguler, 21 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 27 frekuensi pemberangkatan,” kata Yahya Kuncoro.

Kemudian, wilayah tengah terdiri ruas Balikpapan-Surabaya, Makasar-Bima, Tarakan-Parepare, Nunukan-Parepare, Makasar-Labuan Bajo, Baubau-Makasar, Kupang-Lewoleba, Balikpapan-Makasar, Bontang-Awarange, Kupang-Makasar, Makasar-Maumere dan Ambon-Baubau.

“Pada ruas ini, Pelni mengoperasikan 32 frekuensi reguler, 15 frekuensi tambahan, totalnya ada 47 keberangkatan,” kata Kuncoro.

Sementara itu, wilayah timur terdiri ruas Ambon-Bandaneira, Manokwari-Sorong, Jayapura-Biak, Sorong-Manokwari, Manokwari-Biak, Ambon-Tual, dan Biak-Makowari. Pelni mengoperasikan 23 frekuensi reguler, delapan frekuensi tambahan, totalnya menjadi 31 frekuensi keberangkatan di wilayah tersebut.

Sponsored

“Dari tiga wilayah secara total Pelni mengoperasikan 61 frekuensi reguler dan 44 frekuensi tambahan, totalnya 105 keberangkatan”, kata Kuncoro.

Pihaknya terus melakukan perbaikan pelayanan, mulai sejak penjualan tiket di pelabuhan dengan sistem kontrol dengan Departure Control System (DCS) hingga pelayanan di atas kapal.

“Kami mengatur penumpang sejak pemesanan tiket dari yang rumit dibikin sederhana, mudah, cara pesan, cara bayar, dan pemeriksaan dengan DCS”, tambah Yahya Kuncoro.

Pada Lebaran 2019, Pelni menyiapkan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah untuk melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut 33.608 penumpang atau kursi per hari. Pelni juga melayani 46 kapal trayek perintis menyinggahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 pax per hari.

“Pelni menyiapkan 26 kapal trayek nusantara dan 46 kapal trayek perintis yang terkonektivitas dan tersistem”, ujar Yahya.

Pelni mengimbau kepada para calon pemudik kapal untuk mengatur waktu bepergian sesuai dengan ketersediaan tiket pada momentum angkutan Lebaran 2019.

Yahya Kuncoro memperkirakan terjadi kenaikan penumpang sebesar 3,5 persen dibandingkan tahun 2018, dari 604.202 menjadi 625.599 pelanggan pada Lebaran 2019.

Kuncoro menyebutkan, dalam empat bulan terakhir, pada hari-hari biasa penumpang Pelni meningkat dari 852.255 menjadi 1.172.143 pelanggan atau naik rata-rata 38 persen per bulan dibandingkan tahun lalu.

“Kami belum dapat menambah armada, namun akan berusaha meningkatkan frekuensi dengan menambah pelayaran di beberapa ruas prioritas di daerah kantong-kantong penumpang selama Lebaran,” kata Kuncoro.

Berita Lainnya