sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pembangunan JIS dikebut sekalipun PSBB

JIS digadang-gadang menjadi stadion pertama di Indonesia dengan atap sistem buka-tutup.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 20 Jan 2021 17:26 WIB
Pembangunan JIS dikebut sekalipun PSBB

Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, terus dikebut sekalipun di saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ini seperti ketika material atap stadion, yang berupa baja, tiba sehingga pengerjaan berlangsung hingga malam hari.

Corporate Communications Manager PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Melisa S. Sjach, menyatakan, material tersebut didatangkan langsung dari luar negeri. Saat batch 5 tiba, 8 Januari lalu, antrean 50 truk pengangkut sempat mengular hingga ke depan pintu masuk utama proyek.

Material yang didatangkan via Pelabuhan Tanjung Priok itu baru sampai di lokasi proyek pada malah hari karena melewati clearence sampai surat perintah pengeluaran barang (SPPB) diterbitkan. "(Setelahnya langsung dikirim ke JIS," katanya via keterangan tertulis.

Material baja tersebut nantinya dirakit untuk menjadi atap stadion, yang bisa buka-tutup  "JIS akan menjadi stadion pertama di Indonesia dan sedikit stadion di Asia yang memiliki atap dengan sistem buka-tutup," jelasnya.

Melisa melanjutkan, pekerjaan terus dilanjutkan selama PSBB karena sektor konstruksi diperkenankan beroperasi 100% dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Jakarta Propertindo bersama KSO Wika Gedung, Jaya Konstruksi, dan PP berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan JIS sesuai jadwal yang ditargetkan," ujar dia.

Jika pembangunan rampung pada tahun 2021, menurutnya, JIS bakal menjadi stadion kebanggaan masyarakat Jakarta dan Indonesia. Alasannya, menjadi stadion pertama di "Tanah Air" yang mengusung konsep green building dan lingkungan berkelanjutan.

Selain itu, fasilitas tersebut akan terintegrasi dengan moda transportasi publik, seperti bus raya terpadu (BRT), lintas rel terpadu (LRT), hingga kereta rel listrik (KRL). "Dengan begitu, budaya baru masyarakat akan terbentuk dengan hadirnya JIS," tandas Melisa.

Sponsored
Berita Lainnya