sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah minta Freeport utamakan serap tenaga kerja dari Papua

Freeport tengah melakukan transisi penambangan dari tambang terbuka (open pit) Grasberg menuju tambang bawah tanah (underground mine).

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Minggu, 22 Des 2019 13:05 WIB
Pemerintah minta Freeport utamakan serap tenaga kerja dari Papua

Pemerintah meminta PT Freeport Indonesia untuk mengutamakan keterlibatan masyarakat Papua dalam transisi penambangan dari tambang terbuka (open pit) Grasberg menuju tambang bawah tanah (underground mine).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan Papua memiliki potensi sumber mineral yang sangat besar sehingga manfaatnya harus bisa dirasakan masyarakat setempat.

“Saya senang bila pekerjaan ini banyak dilakukan oleh putra-putri lokal dari Papua. Ini harus menjadi perhatian khusus dari manajemen Freeport untuk selalu membina, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang ada," kata Arifin di Papua, Minggu (22/12).

Arifin juga mengatakan pemerintah tengah melakukan diskusi dengan manajemen PT Freeport Indonesia terkait pengembangan SDM. Dia menyebut pemerintah punya program sekolah politeknik pertambahan. Program ini akan memfasilitasi SDM lokal yang nantinya bisa diandalkan di industri pertambangan termasuk PT Freeport Indonesia.

"Kita harus bisa membina (SDM lokal) agar menciptakan keharmonisan di masyarakat Papua. ini obsesi Pemerintah yang di dukung oleh Undang-undang," jelasnya.

Berdasarkan data yang ada, sampai dengan tahun 2019, tenaga kerja langsung PT Freeport Indonesia sebanyak 6.943, terdiri dari tenaga kerja asing sebanyak 152 orang, dan tenaga kerja Indonesia sebanyak 6.791 orang.

Sementara itu,  Arifin juga menyoroti kelanjutan proses produksi PT Freeport Indonesia yang akan dilakukan di tambang bawah tanah.

"Terkait kontinuitas produksi mining coper yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia, coba cari fast track dan penelitian-penelitian agar bisa mengurangi risiko-risiko yang bisa mengurangi hambatan produksi," ungkap Arifin.

Sponsored

Dia menyebut salah satu hambatan yang menjadi tantangan terbesar adalah terkait pemisahan air dengan dalam proses penambangan (wet max). "Saya percaya dengan kemampuan PT Freeport Indonesia yang sudah berkecimpung sudah lama di dunia pertambangan," kata Arifin.

Sebagaimana diketahui, mulai 2020 sampai dengan 2023 Freeport akan melakukan penambangan bawah tanah menggantikan Grasberg open pit, di wilayah DOZ, Big Gossan, DMLZ dan Grasberg Block Cave. 

Volume penambangan bawah tanah yang direncanakan pada tahun 2020 sebesar 96.000 ton/hari, tahun 2021 sebesar 160.000 ton/hari, tahun 2022 sebesar 216.000 ton/hari, dan tahun 2023 sebesar 217.000 ton/hari.

Saat ini, PT Freeport Indonesia sendiri memiliki enam blok/prospek dengan volume tambang sebesar 2.756.729 kilo ton dengan kadar rata-rata Cu 0,67%; Au 0,59 gr/ton; dan Ag 3,51 gr/ton. Sedangkan cadangan sebesar 1.869.083 kilo ton dengan kadar rata-rata: Cu 1,03%; Au 0,79 gr/ton dan Ag 4,52 gr/ton. (Ant)

Berita Lainnya