close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, dalam acara 4th Indonesia Fintech Summit bertema Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Fi
icon caption
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, dalam acara 4th Indonesia Fintech Summit bertema Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Fi
Bisnis
Jumat, 11 November 2022 09:12

Pemerintah perkuat kerja sama bangun ekosistem ekonomi digital

Ekonomi digital Indonesia memiliki prospek hingga 2025, yang diperkirakan mencapai US$124 miliar-146 miliar.
swipe

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menilai, adanya Indonesia Fintech Summit setiap tahun menjadi langkah awal pengembangan ekosistem ekonomi digital di Tanah Air. Menurutnya, sinergi pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri fintech mendorong kemajuan dalam digitalisasi, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Penguatan sinergi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital tentunya merupakan arahan yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pemulihan ekonomi nasional demi Indonesia maju. Maka darinya, kegiatan ini perlu diapresiasi dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan," ucapnya dalam 4th Indonesia Fintech Summit, Kamis (10/11).

Kegiatan tersebut diselenggarakan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Pada tahun keempat, acara mengusung tema "Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability" dan digelar di Bali, 10-11 November 2022. 

Luhut optimistis ekonomi digital Indonesia memiliki prospek hingga 2025, yang diperkirakan mencapai US$124 miliar-146 miliar. Alasannya, didorong akselerasi perkembangan ekonomi digital melalui berbagai inovasi.

Dalam perkembangannya, dia menambahkan, teknologi keuangan (financial technology/fintech) berpeluang menjangkau hingga 74.000 desa. "Dengan demikian, layanan keuangan digital dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat."

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menambahkan, ekonomi digital di Indonesia diprediksi bisa mencapai lebih dari US$330 miliar pada 2030. Untuk mencapainya, diperlukan koordinasi antara OJK dan BI dalam memastikan kebijakan dan layanan mendukung pencapaian target tersebut.

"Hal terbaik yang sekiranya dapat dilakukan regulator adalah mempromosikan layanan inovasi digital dan mengurangi potensi risiko yang sekiranya dapat muncul. Apalagi, saat ini ekonomi digital domestik bernilai lebih dari US$70 miliar, di mana itu adalah yang tertinggi di ASEAN. Dengan demikian, Indonesia akhirnya dapat menjadi tongkat yang kuat bagi pertumbuhan regional di ASEAN," tuturnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, menyampaikan, transformasi digital perbankan terus berlanjut dengan transaksi kanal pembayaran digital perbankan yang tumbuh sebesar 26,44% (year on year/yoy). Katanya, perbankan dan fintech perlu berkolaborasi dan berkompetisi guna meningkatkan kualitas layanan.

Ke depan, akselerasi transaksi digital memerlukan infrastruktur yang cepat, efisien, dan aman. Untuk mengoptimalkannya, BI melangkah bersama transformasi digital bagi pemulihan ekonomi melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 guna menciptakan ekosistem pembayaran digital yang sehat.

"Kita percaya bahwa digitalisasi dapat mentransformasikan masa depan yang lebih baik melalui sinergi regulator dan industri untuk menghadapi tantangan sehingga bermanfaat bagi masyarakat," tandas Doni. 

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan