sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pendapatan perusahaan ini naik berlipat dengan toko resmi di marketplace

Morinaga mencatat kenaikan penjualan lebih dari dua kali lipat lewat fitur official store (toko resmi) di marketplace.

Nurul Nur Azizah
Nurul Nur Azizah Rabu, 12 Mei 2021 07:07 WIB
Pendapatan perusahaan ini naik berlipat dengan toko resmi di marketplace

Pemenuhan nutrisi berperan penting bagi tumbuh kembang anak. Tak terkecuali, kala momen berpuasa di bulan Ramadan ini. Dengan begitu, puasa yang menjadi salah satu sarana pembelajaran beragama sejak dini pun bisa berlangsung lancar.

Dilansir dari UNICEF Canada, kekurangan nutrisi pada anak menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang pada anak. Tidak hanya itu, kekurangan nutrisi menyebabkan anak mengalami beberapa risiko penyakit, seperti penyakit diabetes, kelebihan atau kekurangan berat badan badan, serta gangguan kardiovaskular.

Dokter Spesialis Anak, dr Andreas, mengatakan nutrisi yang baik sangat penting bagi anak. Terlebih, saat pandemi ini anak juga harus memiliki kekebalan tubuh yang baik agar tetap sehat.

“Makan sahur, buka, dan saat menjelang tidur. Nah, tiga kali makan ini harus memenuhi kebutuhan kalori harian anak seperti bulan-bulan lainnya dengan komposisi gizi seimbang,” ujar dr Andreas kepada Alinea.id, Jumat (16/4).

Selain porsi makan dengan gizi seimbang, anak juga harus mencukupi kebutuhan air putih delapan gelas sehari. Lalu, anak perlu mendapatkan nutrisi tambahan dari makanan yang mengandung Vitamin C, Vitamin D, Vitamin A, Zat Besi, hingga Zinc.

Dia lantas merinci berbagai nutrisi yang dibutuhkan anak selama bulan puasa. Pada dasarnya meliputi karbohidrat sebesar 50% yang bisa didapatkan pada nasi, roti, kentang, ubi, singkong, dan mie. Ada pula kebutuhan protein dan lemak sebesar 30% yang didapat dari daging, ikan, ayam, telur, tempe, hingga tahu. Sementara, nutrisi sebesar 20% lainnya bisa didapat dari sayur dan buah.

Seorang anak menerima makanan untuk berbuka puasa yang dibagikan secara gratis saat Ramadan di Jakarta, 15 April 2021. Foto Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana.

Tambahan nutrisi dari susu formula

Sponsored

Selain itu, satu tambahan nutrisi bagi anak bisa dalam bentuk susu formula. Cairan ini bisa diberikan ketika anak berlatih menjalankan puasa ataupun di usia tertentu dengan kebutuhan nutrisi tambahan. 

dr Andreas menyampaikan pemberian susu formula sebaiknya bisa diberikan kepada anak di atas usia 1 tahun. Takarannya, kurang lebih 240 ml per hari.

Salah satu contoh pemberian susu formula kepada anak yang berusia 2 tahun 8 bulan, dilakukan oleh Mona Tobing (32). Dia berpendapat susu formula memang berguna sebagai pelengkap pemenuhan gizi anak. Bukan sebagai kebutuhan gizi utama. 

Perempuan yang berdomisili di Tangerang Selatan tersebut memberikan anaknya air susu ibu (ASI) selama dua tahun pertama usia sang buah hati. Tak lupa, ia juga menyempurnakan kebutuhan nutrisi anaknya dengan makanan padat.

Setelah anaknya disapih, Mona lalu melengkapi kebutuhan nutrisi anaknya dengan susu formula. Sebelumnya, ia sempat mencoba memberikan susu UHT (ultra high temperature). Namun, susu yang diproses dengan temperatur tinggi itu hanya bisa disajikan dalam keadaan dingin atau suhu ruang.

“Tapi anakku rupanya enggak terlalu suka, akhirnya aku pilih sufor (susu formula). Sebenarnya, pertimbangannya karena kecenderungan anakku suka minuman yang hangat ya,” ujar Mona, Kamis (6/5). 

Sementara itu, Dwi (28) akhirnya memutuskan untuk memberikan susu formula bermerek Morinaga kepada anaknya di usia 10 bulan. Hal itu bertujuan untuk memberikan tambahan nutrisi selain makanan pelengkap ASI (MPASI).

Dia mengaku, pertimbangannya dalam memilih merek berdasarkan pada kandungan gizi yang tertera. Utamanya yang rendah gula. Pilihan ini juga berdasarkan banyaknya rekomendasi dari saudara dan temannya. 

Ilustrasi. Pixabay.com.

“Banyak yang menyarankan, dan kebetulan anaknya juga mau,” ujar Dwi kepada Alinea.id, Kamis (6/5).

Perempuan yang berdomisili di Yogyakarta, Jawa Tengah, tersebut mengaku selama ini masih sering membeli susu formula secara langsung di toko. Namun, sebetulnya dia juga mempunyai rencana untuk membeli secara online.

"Kalau di Tokopedia ada, kayaknya akan mencari yang toko resminya (official store). Maklum ya, hati-hati banget karena kan buat anak," kata ibu dari satu anak perempuan ini.

Belanja susu secara online

Jika Dwi masih berencana membeli susu formula secara online, Mona sudah melakukannya. Dia selama 8 bulan ini rutin membeli susu formula secara online di Tokopedia. Alasannya, lebih efisien dan praktis.

Statusnya sebagai ibu pekerja yang tak jarang masih harus work form office (WFO), menjadikannya tak sempat ke supermarket. Lagi pula, menurutnya, official store (OS) Tokopedia sudah ada jaminan keamanan serta seringkali ada tawaran bonus/reward yang menarik. 

Jika membeli secara online di Tokopedia, Mona mengaku, pembayaran juga begitu mudah dilakukan. Hanya tinggal menggunakan e-wallet dan bisa langsung check out kapanpun dan dimanapun.

“Paling penting, barangnya asli karena memang beli di official store. Selain itu juga sering ada diskon khusus untuk member. Gampang milih dan ketersediaan barangnya sudah pasti, karena kalau ke toko terkadang stoknya suka habis,” ujar Mona.

E-commerce & Online Channel Development Head Kalbe E-Health, Seno Suwikatmono mengungkap selama masa pandemi ini memang ada kecenderungan peningkatan pembelian di kanal digital. Termasuk, lewat Tokopedia sebagai marketplace yang memiliki official store.

Aneka pembatasan aktivitas masyarakat, menurutnya, turut menjadi pendorong banyaknya ritel-ritel yang mengalihkan penjualan secara online. Pun dengan gaya berbelanja masyarakat yang di saat bersamaan beralih ke serba daring.

“Kami melihat pola perilaku konsumen yang berubah, dari yang sebelumnya melakukan pembelian secara offline mulai beralih ke channel online,” ujar Seno kepada Alinea.id, Kamis (6/5).

Seno mengakui, pandemi telah memukul semua lini bisnis, termasuk Morinaga sebagai barang konsumsi. Saat daya beli masyarakat merosot, maka pembelian terhadap barang konsumsi juga ikut turun.

“Jadi kami memang cukup merasakan dampak pandemi Covid-19 ini,” kata dia.

Meski demikian, Seno bilang, Morinaga cepat mengambil siasat. Bahkan, adaptasi perubahan gaya belanja masyarakat sebetulnya telah disiapkan Morinaga. Yaitu, ekosistem yang telah merambah ke digital. 

“Kami sudah sangat siap untuk melayani customer kami secara online, dan juga mengedukasi seller-seller offline kami untuk bisa memulai melakukan penjualan secara online,” ujarnya.

Lahirnya toko resmi Morinaga di Tokopedia bahkan telah dimulai sejak tahun 2018, jauh sebelum pandemi. Belum lagi, berbagai official store (OS) di cabang yang sudah banyak menyediakan kanal online.

“Morinaga mencoba memastikan ketersediaan barang-barangnya di seluruh channel online yang tersedia. Salah satunya, di Tokopedia. Kami membuka OS juga sudah cukup lama,” terang Seno.

Terbukanya kanal-kanal digital tersebut mempermudah Morinaga mencapai tujuan pemerataan produk ke seluruh daerah di Indonesia. Juga, agar edukasi gizi dan nutrisi anak kepada konsumen tercapai.

Sejak bergabung dengan Tokopedia, paparnya, Morinaga pada tahun 2019 mempunyai perkembangan bisnis yang baik yaitu peningkatan penjualan lebih dari dua kali lipat. 

“Apalagi di 2020, penjualan mengalami peningkatan yang didorong oleh mulai terbiasanya konsumen berbelanja online, pembatasan sosial dan peningkatan aktivitas marketing secara online yang mendorong konsumen mulai berbelanja online dan tetap berbelanja online sampai saat ini,” imbuhnya.

Konsumen Morinaga yang paling banyak berada di Jabodetabek. Adapun produk-produk yang paling diminati adalah susu formula untuk anak usia 1 tahun ke atas. Termasuk, varian Morinaga Chil Kid.

Berbagi gudang

Selama bekerja sama dengan Tokopedia, Head Ecommerce Kalbe E-Health tersebut mengaku mendapatkan banyak keuntungan. Utamanya dari sisi bantuan layanan. Tidak hanya masukan yang membangun, namun juga keuntungan dari berbagai fiturnya seperti TokoCabang.

Di bawah naungan Kalbe, Morinaga sebagai perusahaan yang terbilang besar dalam industri farmasi dan obat, telah memiliki ekosistem yang kuat. Dengan bantuan Tokopedia, lanjutnya, maka kemampuannya menjangkau dan melayani konsumen kian semakin meningkat.

“Dari sisi offline, kami cenderung tidak mengalami kesulitan soal distribusi. Pasalnya, memang kami di-support ekosistem Kalbe yang cukup kuat,” katanya. 

Namun demikian, Seno berpendapat, tantangan ke depan adalah Morinaga terus mampu mempertahankan dan meningkatkan marketshare di kategori susu formula, dengan meningkatkan penjualan secara online

"Untuk penjualan di luar area Jadebotabek, kami sedang mempersiapkan sistem yang bisa mengintegrasikan logistik yang ada di perusahaan kami dan juga para mitra penjual kami agar bisa terkoneksi dengan sistem Tokopedia yang nantinya akan membantu ketersediaan produk Morinaga bagi para pelanggan kami yang tinggal di area luar kota tanpa harus membayar ongkos kirim yang lebih mahal dan pengiriman menjadi lebih cepat," kata Seno.

“Tokopedia menawarkan untuk bisa menggunakan fasilitas TokoCabang agar fulfillment jadi lebih dekat. Sudah ada warehouse di sana,” imbuhnya.

 Ilustrasi Alinea.id/Bagus Priyo.
 


 

Berita Lainnya