logo alinea.id logo alinea.id

Pengoperasian Pelabuhan Patimban diundur terkendala pinjaman JICA

Pembangunan tahap 1 Pelabuhan Patimban untuk terminal mobil (car terminal) baru berjalan 25%.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Senin, 13 Mei 2019 15:43 WIB
Pengoperasian Pelabuhan Patimban diundur terkendala pinjaman JICA

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pengoperasian Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, akan diundur dari 2019 menjadi 2020. Pengunduran operasional pelabuhan ini karena terkendala pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Pembangunan Pelabuhan Patimban ini kan memakai pinjaman. Jadi banyak yang harus diselesaikan dengan Jepang. Kendala-kendala ternyata kan perlu prosedur, yang butuh waktu, seperti surat-menyurat, itu lumayan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo di Jakarta, Senin (13/5).

Dari catatan Kemenhub, pembangunan Pelabuhan Patimban ini dibiayai oleh pinjaman Jepang melalui JICA sebesar US$1,03 miliar dan pendanaan dari dalam negeri antara lain untuk pengadaan lahan sekitar Rp500 miliar.

Sementara itu, anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan peralatan, pengoperasian dan pemeliharaan akan menjadi porsi operator pelabuhan.

Saat ini, dia mengatakan, pembangunan tahap 1 pelabuhan untuk terminal mobil (car terminal) baru berjalan 25%. Terminal mobil itu dibangun sebagian di atas laut, yang ditargetkan tahun ini sudah bisa beroperasi.

“Semua terminal di laut, di darat itu up area. Jadi, kalau terminal semua di laut, termasuk car terminal itu di atas laut,” katanya.

Terkait akses, Agus mengatakan, pihaknya juga akan menambah lebar jalan ke pelabuhan dari 24 meter menjadi 30 meter dengan kontraktor diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Sudah semua, yang perlu adalah tambahan lebar jadi 30 meter, sedang kita siapkan, sebagian sudah kita bayarkan,” katanya.

Sponsored

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan Pelabuhan Patimban tidak akan dioperasikan pada tahun ini karena masih terkendala pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan ada syarat dan itu belum tercapai. Kami akan maksimalkan dalam satu atau dua bulan ini selesai untuk tanah. Ini memang ada beberapa yang harganya lebih mahal, tapi kami akan konsinyasi,” ujar dia.

Tahap pertama fase 1 pelabuhan akan memiliki terminal kendaraan dengan dermaga sepanjang 300 meter serta terminal peti kemas 420 x 35 meter dari total panjang dermaga keseluruhan tahap 1, 2 dan 3 sepanjang 4.320 meter, serta kedalaman perairan -10 m.

Sedangkan lapangan peti kemas memiliki luas 35 hektare dengan kapasitas 250.000 dari total kapasitas tahap 1 sebesar 3,75 juta.

Selanjutnya, di tahap pertama fase kedua nantinya terminal kendaraan menjadi 690 m, sedangkan terminal peti kemas diperpanjang dan diperluas menjadi 1.740 x 35 meter dari total panjang dermaga keseluruhan 4.320 m, dengan kedalaman -14 m.

Di sisi lain, lapangan peti kemas ditambah seluas 66 hektare (ha) dengan kapasitas 3,5 juta dari total kapasitas 3,75 juta untuk tahap 1. (Ant)

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB