sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Penguatan IHSG diwarnai aksi ambil untung dan penjualan mobil

Pergerakan IHSG secara teknikal akan bergerak di kisaran support-resistance 6.110-6.200. 

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 14 Des 2018 09:57 WIB
Penguatan IHSG diwarnai aksi ambil untung dan penjualan mobil
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, (14/12) pagi dibuka menguat sebesar 1,97 poin atau 0,03 persen menjadi 6.179,69. Meski naik tipis, diperkirakan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini bakal diwarnai aksi ambil untung (profit taking). 

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, mengatakan pergerakan IHSG secara teknikal akan bergerak di kisaran support-resistance 6.110-6.200. 

"Indikator stochastic dan RSI yang masih terkonsolidasi negatif akan menjadi penghambat optimisme pada perdagangan selanjutnya," kata Lanjar dalam risetnya, Jumat (14/12).

Adapun sejumlah saham yang masih dapat dicermati untuk perdagangan hari ini menurutnya antara lain INKP, WSBP, KLBF, TLKM dan ASII.

Sementara itu, Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi, hari ini memprediksi IHSG akan menguat dengan jangkauan range antara 5.955 sampai 6.226. 

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, menyatakan bahwa investor masih mempunyai kepercayaan besar terhadap pasar modal Indonesia, sehingga turut memengaruhi penguatan IHSG. 

“Jelang rilis data penjualan mobil akan turut memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG di hari ini," ungkap William. 

William menambahkan, ada beberapa saham yang bisa jadi pilihan investor, yaitu HMSP, TLKM, WSBP, WTON, KLBF, BBCA, AKRA, TOTL, dan JSMR. 

Sponsored

Adapun pada Kamis (13/12), IHSG ditutup naik 1,02% ke 6.177,72. Investor asing akhirnya kembali masuk ke pasar saham, setelah mencetak jual bersih selama beberapa hari sebelumnya. Kemarin, nilai beli bersih alias net buy asing mencapai Rp 686,44 miliar.

Berita Lainnya