sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pentingnya melek keuangan bagi perempuan

Perempuan harus punya life skill soal finansial agar sanggup bertahan hidup sendiri jika ditinggalkan oleh pasangan.

Satriani Ari Wulan
Satriani Ari Wulan Jumat, 07 Jun 2024 18:27 WIB
Pentingnya melek keuangan bagi perempuan

Menua bersama pasangan merupakan harapan banyak orang. Namun, tak sedikit kasus yang mengharuskan wanita hidup sendiri. Dus, perempuan harus punya life skill soal finansial agar sanggup bertahan hidup sendiri jika ditinggalkan oleh pasangan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, usia harapan hidup perempuan di Indonesia mencapai 74,18 tahun atau lebih panjang ketimbang laki-laki yang 70,17 tahun. Jika diasumsikan ketika menikah usia perempuan lebih muda tiga tahun dibandingkan laki-laki, artinya ada tujuh tahun kemungkinan perempuan hidup sendiri setelah pasangannya meninggal.

Terlebih, dengan semakin majunya teknologi kesehatan dan kian tingginya kesadaran akan pentingnya nutrisi yang baik, usia harapan hidup perempuan bisa lebih panjang.

Lalu, berapa besaran uang yang cukup bagi wamita untuk masa tua?

Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Dimas Ardhinugraha mengatakan perempuan perlu memiliki bekal pensiun yang cukup. Dia menghitung, besarnya 25 kali biaya hidup setahun. Misalnya biaya hidup yang diinginkan di masa pensiun adalah Rp10 juta sebulan, atau Rp120 juta setahun, maka bekal pensiun yang cukup adalah Rp3 miliar.

"Jika Rp3 miliar ini didepositokan dengan bunga 4% per tahun, maka hasilnya adalah Rp120 juta setahun, atau Rp10 juta sebulan," tutur Dimas, Jumat (7/6).

Dengan bekal pensiun ini, seseorang dapat menikmati bunganya untuk hidup sehari-hari tanpa pernah perlu mengurangi pokok simpanan. Artinya, arus kas pensiun akan tersedia selamanya.

Penempatan investasi 

Sponsored

Besaran pokok yang diperlukan untuk menyokong hidup di masa pensiun memang terbilang besar. Namun, banyak instrumen investasi yang bisa dipilih untuk menyiapkan bekal di hari tua.  

Dimas menyebut salah satu instrumen yang bisa menjadi opsi adalah reksa dana. Selain modal awal yang tidak besar, investasi di reksa dana bisa dilakukan secara online.

"Waktunya juga akan lebih fleksibel. Bagi yang tidak memiliki waktu untuk menganalisa aset, sudah ada manajer investasi yang akan melakukan tugas mengelola investasi," ujarnya.

Selain itu, reksa dana merupakan investasi yang likuid dan tidak ada penalti. Dana yang dicairkan akan masuk ke rekening tabungan nasabah dalam waktu yang telah ditetapkan dalam prospektus.

"Investasi bisa dilakukan secara regular dan melakukan diversifikasi portofolio, disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu dan profil risiko masing-masing. Dengan demikian, diharapkan risiko keseluruhan portofolio terjaga sementara hasil investasi semakin mendekati tujuan yang dicanangkan," kata dia. 

Berita Lainnya
×
tekid