sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pepsi hengkang dari Indonesia tak berdampak pada industri mamin

Pepsi keluar dari Indonesia pada Oktober karena pemutusan kontrak bisnis.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 03 Okt 2019 15:34 WIB
Pepsi hengkang dari Indonesia tak berdampak pada industri mamin
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25216
Dirawat 17204
Meninggal 1520
Sembuh 6492

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan hengkangnya PepsiCo dari Indonesia tidak akan memengaruhi industri makanan dan minuman (mamin)dalam negeri. Direktur Jenderal Industri Makanan dan Minuman Kemenperin Abdul Rochim mengungkapkan persoalan yang mengakibatkan Pepsi keluar dari Indonesia lebih terkait kerja sama dengan mitra Pepsi berupa pemutusan kontrak bisnis.

“Secara makro nasional tidak terlalu besar dampaknya,” kata Abdul Rochim dihubungi di Jakarta, Kamis (3/10).

Rochim memaparkan pangsa pasar Pepsi untuk jenis minuman ringan non alkohol atau Non Alcohol Ready to Drink (NARTD) di Indonesia tidak sebesar kompetitornya untuk produk sejenis.

“Jadi dipastikan keluarnya Pepsi Cola bukan karena iklim bisnis di dalam negeri yang tidak kondusif,” papar Rochim.

Lebih lanjut, Rochim mengatakan, data yang ada saat ini, secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan industri minuman masih positif.

Sektor industri minuman pada semester I-2019 tumbuh sebesar 22,74%. Sektor ini juga berkontribusi sebesar 2,01% terhadap industri pengolahan non migas dengan nilai investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar US$68,72 juta dan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp1,43 triliun.

Sementara itu, realisasi investasi di sektor industri minuman pada semester I-2019 mencapai Rp1.429,74 miliar untuk PMDN dan US$68,72 juta untuk PMA.

“Khusus untuk pertumbuhan NARTD di Indonesia memang menurun, namun tidak terlalu besar (per Agustus 2019 sebesar -0,7%) karena penurunan penjualan terjadi di pasar tradisional, sedangkan untuk ritel dan pasar modern justru mengalami peningkatan,” papar Rochim.

Sponsored

Rochim menegaskan pemerintah akan tetap memfasilitasi masalah-masalah yang timbul, seperti pada Pepsi Cola, agar dapat dicarikan jalan keluarnya.

Kendati demikian, Rochim berharap merek tersebut dapat kembali ke pasar Indonesia untuk menambahkan variasi produk minuman ringan yang ada.

“Secara khusus saya akan mengundang Pepsi untuk mengetahui secara pasti permasalahannya dan apa bisa difasilitasi,” kata Rochim. (Ant)

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Resep UMKM raup untung saat pandemi

Resep UMKM raup untung saat pandemi

Rabu, 27 Mei 2020 17:18 WIB
Berita Lainnya