sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Perjanjian dagang RI-Australia diteken pekan depan

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan perjanjian kerja sama dagang antara Indonesia dengan Australia diratifikasi pekan depan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 12 Des 2019 22:25 WIB
Perjanjian dagang RI-Australia diteken pekan depan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan perjanjian kerja sama dagang antara Indonesia dengan Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) akan diratifikasi pekan depan.

Mendag mengatakan, masih melakukan pengecekan dari isi kesepakatan antar kedua negara tersebut. Namun, dia mengatakan untuk hasil final sebelum diratifikasi akan diumumkan Jumat (13/12).

"Rencananya minggu depan (diratifikasi). Makanya besok saya cek lagi, kadang berubah-ubah tapi besok finalnya kita kasih. Desember mudah-mudahan (diratifikasi)," katanya usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/12).

Tak hanya untuk IA-CEPA, proses pematangan juga tengah dilakukan untuk kerja sama dagang lainnya, yaitu Uni Eropa CEPA. Dia mengatakan, sesuai dengan arahan presiden, seluruh kerja sama dagang internasional tersebut harus sudah berjalan tahun depan.

"Masih proses. Memang arahan presiden semuanya diintensifkan. Dalam satu tahun ke depan kita intensifkan CEPA-CEPA ini. Akan diselesaikan," ujarnya.

Untuk itu dia optimistis ekspor Indonesia pada tahun depan akan dapat tumbuh dua digit, sesuai dengan target. Kerja sama dagang tersebut, lanjutnya, akan membuka pangsa pasar yang lebih besar untuk produk dalam negeri.

"Kita harus optimis. Seperti hari ini ada ekspor perdana mobil Isuzu ke Filipina, ini baru satu negara. Jadi rencananya tahun depan 20 negara, ini menunjukkan tren yang positif," ujarnya.

Agus pun menuturkan bahwa pemerintah telah memastikan kerja sama dagang tersebut menguntungkan bagi Indonesia. Hal ini untuk mengantisipasi kekhawatiran kerja sama tersebut hanya akan membuat impor dari luar negeri semakin besar.

Sponsored

"CEPA itu kesepakatan awalnya untuk menguntungkan kita, untuk membuka pasar ekspor. Kalau itu merugikan, kita enggak tanda tangan. Semua perjanjian itu untuk memudahkan akses pasar dan ekspor," ucapnya.

Berita Lainnya