sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Perubahan iklim diyakini berdampak pada pertumbuhan ekonomi RI

Perubahan iklim pun diyakini bisa menurunkan tingkat Produk Domestik Bruto (PDB).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 26 Nov 2019 23:46 WIB
Perubahan iklim diyakini berdampak pada pertumbuhan ekonomi RI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 121226
Dirawat 38076
Meninggal 5593
Sembuh 77557

Perubahan iklim menjadi hal yang kian mengkhawatirkan, tidak hanya bagi lingkungan, namun juga bagi ekonomi. Perubahan iklim pun diyakini bisa menurunkan tingkat Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Keuangan dan Administrasi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Aria Nagasastra, mengatakan Indonesia rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti gelombang panas berkepanjangan, badai tropis, dan serta bertambahnya isu ketahanan pangan.

Bahkan, Aria mengatakan PDB bisa menurun hingga 20% akibat perubahan iklim tersebut. Aria melanjutkan, perubahan iklim tersebut berpotensi menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan terganggunya kehidupan sosial.

“Banyak studi melaporkan PDB global bisa turun 1% karena perubahan iklim yang ekstrem. Pendapatan perkapita Indonesia bisa turun 20%,” kata Aria dalam acara International Seminar on Sustainable Finance di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/11).

Aria pun menyebut Bank Indonesia selaku bank sentral telah merespons kondisi tersebut dengan bergabung bersama 43 bank sentral menjadi anggota the Network for Greening the Financial System (NGFS). Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah mengeluarkan Peraturan No. 51 Tentang Keuangan Berkelanjutan di Indonesia sebagai respon terhadap kondisi perubahan iklim.

“Dalam country progress report Alliance Finance Company (AFC) sustainable 2018, Indonesia bersama China menjadi salah satu pemimpin keuangan berkelanjutan dalam regulasi dan partisipasi Industri,"  tuturnya.  

Untuk diketahui, beberapa bank yang tergabung yaitu, Bank Artha Graha Indonesia, BRI Syariah, Bank Central Asia, Bank  Mandiri, Bank Muamalat, Bank Negara Indonesia, Bank  Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, dan Bank Rakyat Indonesia tergabung dalam kelompok ‘First Movers on Sustainable Banking'.

Adapun pada hari ini, lima bank lainnya bergabung ke IKBI. Bank-bank tersebut adalah Bank Mandiri Syariah, CIMB Niaga, OCBC NISP, Maybank, dan HSBC Indonesia. Bergabungnya lima bank tersebut membuat anggota IKBI bertambah, menjadi 13 bank.

Sponsored
Berita Lainnya