logo alinea.id logo alinea.id

Presiden perintahkan integrasi transportasi Jabotabek segera diwujudkan

"Integrasi tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena kemacetan di Jabodetabek telah menimbulkan kerugian."

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 19 Mar 2019 11:55 WIB
Presiden perintahkan integrasi transportasi Jabotabek segera diwujudkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar integrasi transportasi di wilayah Jabodetabek segera direalisasikan. Dia menginstruksikan agar bawahannya bekerja sama dan menghilangkan ego sektoral.

Menurutnya, transportasi yang tidak terintegrasi menimbulkan persoalan kemacetan di kota-kota besar, termasuk wilayah Jabodetabek. Hal ini telah menyebabkan terjadinya kerugian dalam jumlah yang besar.

"Integrasi tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena kemacetan di Jabodetabek telah menimbulkan kerugian," kata Presiden Jokowi ketika memimpin rapat kabinet terbatas membahas kebijakan pengelolaan transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/3).

Menurut studi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kemacetan di Jabodetabek telah menyebabkan kerugian hingga Rp65 triliun setiap tahun.

"Ini harus segera diselesaikan, tidak boleh ada egosektoral," ujar Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi telah meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkoordinasikan menteri dan gubernur, untuk mempercepat proses integrasi transportasi antarwilayah di Jabodetabek. Jokowi juga memerintahkan agar terjadi kesinambungan antarmoda baik MRT, LRT, TransJakarta, KRL, maupun angkutan umum lainnya.

"Saya yakin langkah ini akan mengurangi kemacetan di Jabodetabek," katanya.

Presiden Jokowi juga berkeyakinan, selesainya proyek MRT dan LRT di Jakarta dan sekitarnya, akan dapat menyediakan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sponsored

Usai rapat terbatas, Presiden Jokowi dan para menteri direncanakan meninjau dan mencoba MRT dari stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus.