close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS). Dokumentasi RUIS
icon caption
Ilustrasi PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS). Dokumentasi RUIS
Bisnis
Rabu, 07 September 2022 21:02

Radiant incar kontrak baru pada kuartal IV-2022

RUIS akan melirik tender jasa penunjang operasi segmen pemeliharaan fasilitas karena menghasilkan keuntungan lebih besar.
swipe

PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mengejar beberapa kontrak baru pada kuartal IV-2022. Emiten penunjang industri hulu migas ini mengincar kontrak anyar sebesar Rp2 triliun.

Direktur Keuangan PT RUIS, Soeharto Nurcahyono, mengatakan, pihaknya akan mengejar proyek-proyek yang dapat menghasilkan margin keuntungan lebih besar dibanding rata-rata margin pada proyek existing. Karenanya, RUIS melirik tender jasa penunjang operasi segmen pemeliharaan fasilitas.

"Kami melihat bahwasanya jasa penunjang operasi di segmen jasa pemeliharaan fasilitas itu biasanya memberikan margin keuntungan yang lebih baik. Itulah sebabnya kami ke depannya akan lebih melihat potensi-potensi tender di segmen jasa tersebut," ujarnya dalam webinar, Rabu (7/9).

Hingga Juli 2022, RUIS memperoleh kontrak baru senilai Rp1,76 triliun. Jumlah tersebut melampaui realisasi perolehan kontrak baru pada 2021 sebesar Rp1,38 triliun.

Secara perinci, perolehan kontrak anyar RUIS pada 2022 terdiri atas pekerjaan jasa penunjang operasi 72%, jasa inspeksi 20,4%, serta jasa konstruksi dan kegiatan lepas pantai 6,9%.

Dengan adanya perolehan kontrak baru, proyek on-hand RUIS meningkat menjadi Rp4,07 triliun. Sementara itu, proyek on-hand RUIS masih berjumlah Rp3,04 triliun pada 2021.

Menurut Soeharto, perolehan kontrak baru tak serta-merta berdampak instan terhadap kinerja pembukuan keuangan perseroan. Pangkalnya, kontrak-kontrak yang digenggam memiliki masa dan periode pengerjaan berbeda dan bisa bersifat tahun jamak (multiyears). Proyek RUIS umumnya memiliki masa pengerjaan rata-rata sekitar 30 bulan.

Meskipun demikian, RUIS berharap, bisa mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang berhasil dicatatkan perusahaan pada semester I-2022. Sementara itu, pada sisi bottom line, RUIS berharap, bisa kembali mengantongi laba bersih di atas Rp20 miliar.

Dalam laporan keuangan interim perusahaan, RUIS membukukan pendapatan sebesar Rp824,72 miliar sepanjang Januari-Juni 2022. Jumlah tersebut naik 8,86% dari realisasi pendapatan Januari-Juni 2021 sebesar Rp757,60 miliar.

img
Yohanes Robert
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan