sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ritel Giant tutup, BEI minta HERO jelaskan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil manajamen PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) untuk menjelaskan penutupan enam ritel Giant miliknya.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 26 Jun 2019 18:49 WIB
Ritel Giant tutup, BEI minta HERO jelaskan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil manajamen PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) untuk menjelaskan penutupan enam ritel Giant miliknya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gde Nyoman Yetna Setia mengatakan hingga saat ini, manajemen HERO belum membuat penjelasan dalam keterbukaan informasi

"Informasi yang kami peroleh sekitar hari Minggu, kami langsung meminta penjelasan ke mereka. Kami berikan waktu tiga hari untuk manajemen HERO menjelaskan," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/6).

Dari penjelasan Nyoman tersebut, manajemen HERO memiliki waktu hingga Kamis (27/6) untuk menjelaskan melalui keterbukaan informasi mengenai tutupnya enam gerai mereka. 

"Senin jangan dihitung, kan argonya begitu untuk mereka persiapan. Tapi sudah kita sampaikan ke corporate secretary mereka secara informal lewat telepon untuk bisa menyampaikan tanggapannya segera," ujar Nyoman.

Menurut Nyoman, penutupan enam gerai ini merupakan sesuatu yang sah dilakukan sebuah perusahaan terbuka. Menurutnya, tindakan tersebut adalah salah satu bentuk akuntabilitas manajemen dan menandakan manajemen bertanggung jawab karena melakukan hal tersebut. 

"Kami harus melihat substansi going concern secara keseluruhan karena ini bisa terjadi di perusahaan lain. Tapi kalau ada fenomena seperti ini, kami sudah follow up dan teman-teman tunggu tanggapannya," ujar Nyoman.

Untuk diketahui, penutupan gerai tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh HERO. Emiten yang bergerak dalam bisnis ritel tersebut tahun lalu menutup 56 gerainya dan merumahkan 532 karyawannya. 

Sponsored

Berdasarkan pengalaman tersebut, Nyoman mengatakan HERO telah memikirkan penutupan gerai ini secara matang dengan mempertimbangkan operasional bisnis dan efisiensi. 

"Ini adalah aturan yang dilakukan perseroan setelah manajemen mempertimbangkan pro dan kontra, dampaknya, dan profit-nya. Jadi tunggu kejelasannya di keterbukaan informasi," kata Nyoman.

Akibat kondisi itu, saham HERO merosot 7,97% dari Rp940 per lembar pada 20 Juni ke level Rp865 per lembar pada Rabu (26/6). Pada perdagangan hari ini, saham HERO ditutup terkoreksi 0,57% sebesar 5 poin ke level Rp865 per lembar.

Kapitalisasi pasar saham HERO mencapai Rp3,61 triliun. Dalam setahun terakhir, saham HERO bergerak pada rentang harga Rp705-Rp1.100 per lembar.