close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
 President Director PT Samsung Electronics Indonesia, Hong Yeun Seuk  dalam sambutannya di acara Kunjungan Kerja dan Dialog Menteri Keuangan Bersama Pengusaha di PT Samsung Electrinics Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jumat (27/1/2023).Alinea.id/Erlinda PW
icon caption
President Director PT Samsung Electronics Indonesia, Hong Yeun Seuk dalam sambutannya di acara Kunjungan Kerja dan Dialog Menteri Keuangan Bersama Pengusaha di PT Samsung Electrinics Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jumat (27/1/2023).Alinea.id/Erlinda PW
Bisnis
Jumat, 27 Januari 2023 19:38

Bos Samsung Electronics Indonesia: Dunia usaha masih perlu dukungan pemerintah

Guna kelancaran proses bisnis dan mengefisienkan biaya produksi.
swipe

President Director PT Samsung Electronics Indonesia Hong Yeun Seuk, mengaku bersyukur dengan adanya pencabutan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah Indonesia pada akhir 2022. Pencabutan ini menurutnya menjadi angin segar bagi dunia usaha yang mulai bangkit setelah dilanda pandemi Covid-19.

“Kebijakan dicabutnya PPKM pada 2022, merupakan angin segar bagi usaha, khususnya yang berada di Indonesia. Sehingga diharapkan kita semua dapat bangkit kembali di tahun ini,” tutur Yeun Seuk dalam sambutannya di acara Kunjungan Kerja dan Dialog Menteri Keuangan Bersama Pengusaha di PT Samsung Electrinics Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jumat (27/1).

Meski demikian, Yeun Seuk mengaku masih ada tantangan lagi yang harus dihadapi, di antaranya tekanan resesi global yang menjadi tantangan besar bagi dunia usaha di 2023. Sehingga para pelaku usaha dituntut untuk terus bisa melakukan optimalisasi pada biaya-biaya produksi agar lebih kompetitif.

“Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan dari pemerintah kepada dunia usaha. Guna kelancaran proses bisnis dan mengefisienkan biaya produksi,” kata Yeun Seuk menambahkan.

Bos Samsung ini pun berharap, dengan adanya dialog bersama Menteri Keuangan, maka bisa memberikan manfaat bagi pelaku usaha terutama di kawasan Cikarang dalam menyiapkan rencana bisnis ke depan, dan industri manufaktur.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di bawah Kementerian Keuangan yang telah menjalin kemitraan yang baik dengan kami selama ini, melalui berbagai inovasi dan pelayanan dan penyuluhan di bidang kepabeanan dalam mendukung kelancaran proses ekspor dan impor kami,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu juga menyampaikan, banyak investor yang yakin untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Alasannya, perekonomian Indonesia dinilai jadi salah satu yang terbaik dibandingkan negara-negara lain.

“Perkembangan terakhir dari Rupiah kita kan membaik karena kinerja perekonomian kita dibanding banyak negara lain itu sangat baik. Sehingga investor kan melihat bagaimana kebijakan kita konsistensinya,” ujar Febrio kepada wartawan. 

Artikel ini ditulis oleh :

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Hermansah
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan