close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Direktur Saratoga Michael William P Soeryadjaya . Foto: YouTube.com/@InvestorPlusID
icon caption
Presiden Direktur Saratoga Michael William P Soeryadjaya . Foto: YouTube.com/@InvestorPlusID
Bisnis
Senin, 13 Maret 2023 16:53

Saratoga raih dividen tertinggi dalam sejarah

Kontribusi dividen terbesar disumbang oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).
swipe

Saratoga alami pertumbuhan NAV sebesar 8% hingga Rp60,9 triliun, dan mencatatkan perolehan dividen tertinggi sepanjang sejarah hingga Rp2,6 triliun di 2022

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang merupakan emiten investasi terafiliasi dengan Menteri Koordinator Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menkoparekraf), mencatatkan Net Asset Value (NAV) sebesar Rp60,9 triliun selama 2022. Nilai tersebut naik 8% lebih tinggi dibandingkan 2021 yang sebesar Rp56,3 triliun.

Presiden Direktur Saratoga Michael William P Soeryadjaya menyampaikan, pada 2022 dividen yang diperoleh dari perusahaan portofolio mencapai Rp2,6 triliun. Pencapaian tersebut pun menjadi rekor dividen terbesar yang pernah diperoleh Saratoga, atau mengalami kenaikan 57% secara tahunan (yoy) dengan kontribusi dividen terbesar disumbang oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

“Kami menyampaikan apresiasi atas kinerja luar biasa portofolio investasi seperti ADRO, MDKA, TBIG, MPMX, dan portofolio lainnya, sehingga berhasil mengoptimalkan peluang bisnis yang ada dan menghasilkan setoran dividen yang menjadi rekor sepanjang usia Saratoga,” kata William dalam keterangan resminya, Senin (13/3).

Di tengah kondisi lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga baik di global maupun domestik, William mengaku, pada 2022 Saratoga berhasil memangkas nilai utang menjadi Rp1,6 triliun atau turun lebih dari 60% dibandingkan 2021. Hal ini juga mendorong utang bersih perusahaan berada di posisi yang cukup rendah menurutnya, yaitu Rp688 miliar.

“Saratoga menutup 2022 dengan dukungan modal yang solid,sehingga perusahaan memiliki ruang yang lebar dalam mengeksekusi strategi investasinya,” tutur William.

Lebih lanjut, Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan juga menyampaikan, di 2022 manajemen berhasil menjaga rasio biaya operasional dan pinjaman pada batas yang sehat. Selama 2022, rasio biaya operasional terhadap NAV sebesar 0,4%, sementara rasio pinjaman terhadap NAV turun menjadi 1,1% dibandingkan 2021 yang mencapai 5,8%.

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan