sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani siapkan Rp44 triliun untuk bayar uang muka vaksin Covid-19

Anggaran yang disiapkan di bidang kesehatan pada tahun ini mencapai Rp87 triliun, separuhnya untuk uang muka vaksin Covid-19.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 07 Sep 2020 18:48 WIB
Sri Mulyani siapkan Rp44 triliun untuk bayar uang muka vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Pemerintah melalui Bio Farma sedang melakukan tahap uji coba vaksin Covid-19 dari produsen vaksin asal China, yaitu Sinovac. Tak hanya dari negeri China, vaksin dari negara lain pun berusaha didatangkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk tahun ini anggaran yang disiapkan di bidang kesehatan mencapai Rp87 triliun. Dari total tersebut, sekitar setengahnya atau sekitar Rp44 triliun akan digunakan sebagai uang muka pengadaan vaksin.

"Jadi kalau pertanyaan tentang vaksin, kami sudah mengalokasikan anggaran Rp87 triliun untuk seluruh bidang kesehatan tahun ini, dan itu sebagian, salah satunya adalah untuk uang muka dari vaksin yang akan dibeli dalam rangka penggunaannya akhir atau awal tahun, tergantung dari kapan vaksin itu siap," katanya dalam press conference, Senin (7/9).

Dia melanjutkan, di tahun depan pemerintah juga akan menyiapkan anggaran khusus untuk pengadaan vaksin Covid-19, mengingat masih tingginya tingkat pertambahan kasus positif dari virus tersebut.

Sponsored

"Untuk tahun depan juga sudah ada anggarannya. Nanti penetapannya setelah RUU APBN 2021 ini diselesaikan," ujarnya.

Dalam RUU APBN 2021 diusulkan anggaran kesehatan mencapai Rp169,7 triliun atau setara dengan 6,2% dari total anggaran, yang di dalamnya juga termasuk untuk pengadaan vaksin Covid-19.

"Untuk vaksin Covid-19, itu ada di dalam RAPBN 2021. Sedang dibahas, yang terdiri dari seluruh belanja kementerian atau lembaga termasuk di bidang kesehatan yang meningkat cukup banyak, dan masih ada cadangan untuk pembiayaan Covid-19 termasuk untuk vaksin dan pembiayaan lain," ucapnya.

Berita Lainnya