close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto istimewa
icon caption
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto istimewa
Bisnis
Rabu, 21 Juni 2023 17:33

SYL: Patuhi SOP, tak melawan hukum, dan no corruption di Kementan!

Itu tiga hal yang selalu SYL tekankan sejak mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian pada Oktober 2019.
swipe

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, meminta jajarannya untuk taat pada standar operasi dan prosedur atau SOP. Itu salah satu dari tiga hal yang selalu ia tekankan sejak mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian pada Oktober 2019.

SYL, sapaan Syahrul Yasin Limpo, selain patuh SOP, ia selalu meminta jajarannya untuk tidak melawan hukum dan tidak melakukan korupsi di Kementerian Pertanian. 

"Saya tegaskan di Kementan kita semua patuh tiga hal. Itu perintah saya selama ini," tegas SYL saat memperingati Hari Krida Pertanian ke-51 2023 di Kementan, Jakarta, Rabu (21/6).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementan. SYL sudah menjalani pemeriksaan di KPK, Senin (19/6). Menurut KPK, kasus ini terkait penempatan pegawai dalam jabatan.

SYL berharap KPK menyelesaikan penyelidikan kasus tersebut dengan baik. Ia sesumbar tak terlibat dalam perkara itu dengan dalih menjalankan tugasnya sebagai ibadah.

"Semoga semua bisa terselesaikan secara baik oleh KPK dan semoga, ya, itulah kita tidak biasa dengan bermacam-macam atau berbuat selain mengabdi kepada rakyat bangsa dan menjadikan tugas ini adalah ibadah," kata SYL dalam sebuah video, Senin (19/6).

Marah ada impor

SYL mengajak jajarannya terus bekerja keras dan bersyukur dalam memaknai Hari Krida Pertanian. Menurut SYL, selama ini kinerja sektor pertanian cukup memuaskan. Dalam empat tahun terakhir Indonesia berhasil melewati berbagai ancaman krisis global, terutama saat pandemi Covid-19 dan perubahan cuaca iklim dunia.

"Mau sampai kapan saudara di saat panen raya melimpah dan produktivitas kita tertinggi selama 77 tahun kita malah impor. Mungkin karena ada alasan-alasan yang harus kita bisa terima dengan baik, tetapi kita berharap selain importasi yang ada belilah hasil pertanian rakyat," tegas SYL.

SYL mengeklaim produktivitas pertanian terbilang cukup tinggi. Selama tiga tahun terakhir Indonesia berhasil menggondol penghargaan FAO dan IRRI. SYL berharap ke depan tidak ada impor karena petani sukses menyediakan produksi dalam negeri.

"Pernah dengar orang lapar di saat Covid? Data BPS menyebut, sektor pertanian naik sampai 16,42%. Jadi, sekali lagi saya tidak suka orang-orang yang impor dan bermain-main untuk dengan petani," kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Menurut dia, Hari Krida Pertanian tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. SYL mengajak pegawai dan masyarakat untuk bersyukur, karena tiga tahun sektor pertanian membuktikan bersama-sama bisa bangkit dan ketahanan pangan terjaga baik. 

"Karena itu saya selalu marah dengan impor. Produktivitas kita tinggi buat apa impor," ujar SYL.

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan