sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tower Bersama Infrastructure kejar pertumbuhan organik

Per 30 Juni 2020, perseroan memiliki 15.893 site telekomunikasi dengan 31.039 tenant.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 28 Sep 2020 16:57 WIB
Tower Bersama Infrastructure kejar pertumbuhan organik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) menyampaikan akan fokus mengejar pertumbuhan organik daripada melakukan akuisisi menara. Tahun ini perseroan menargetkan sebanyak 3.000 tenant atau penyewa baru dari pertumbuhan organik.

Director dan Chief Financial Officer Tower Bersama Helmy Yusman Santoso mengatakan, sejak awal tahun hingga 30 Juni 2020, perseroan tercatat telah berhasil menambah 2.517 tenant. Sehingga per 30 Juni 2020, perseroan memiliki 15.893 site telekomunikasi dengan 31.039 tenant.

"Pertumbuhan yang mencapai 2.517 tenant di semester I-2020 merupakan pertumbuhan terbaik sepanjang sejarah TBIG. Target kami satu tahun menambah 3.000 tenant dan sudah mencapai 2.517 tenant sampai pertengahan 2020," kata Helmy dalam paparan publik perseroan secara virtual, Senin (28/9).

Pesanan maupun kolokasi perseroan tahun ini pun masih terus bertumbuh dan di antaranya berasal dari Telkomsel, Hutchinson, XL Axiata, dan Indosat. Dengan capaian tersebut, Helmy menuturkan rasio kolokasi TBIG hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 1,96 kali.

"Rencana bisnis kami yang utama adalah dengan pertumbuhan organik. Kami secara agresif membangun tower sesuai pesanan operator," ujarnya.

Adapun mengenai pertumbuhan anorganik, perseroan tidak menutup kemungkinan rencana akuisisi menara maupun perusahaan kecil dan menengah. Hanya saja, emiten bersandi saham TBIG ini akan melihat lagi profil aset, lokasi, dan valuasi. Apabila dari sisi valuasi dan nilai akuisisi dirasa kurang pas bagi perseroan, maka TBIG tidak akan memaksakan hal tersebut.

"Kesempatan melakukan akuisisi selalu ada. Cuma pada eksekusinya, kami akan menilai secara strategis karena kami sudah memiliki 15.000 site telekomunikasi di seluruh Indonesia," tuturnya.

Hingga semester I-2020, Tower Bersama meraih laba bersih Rp510,48 miliar atau melonjak 33,58% dibandingkan semester I-2019 senilai Rp382,14 miliar. Seiring dengan itu, pendapatan perseroan turut meningkat 13,2% menjadi Rp2,57 triliun dari Rp2,27 triliun.

Sponsored
Berita Lainnya