sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Transaksi T+2 rawan risiko gagal

Ada perbedaan waktu lokal dengan negara lain, memungkinkan terjadi hambatan informasi.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 26 Nov 2018 14:58 WIB
Transaksi T+2 rawan risiko gagal

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalankan penyelesaian transaksi T+2 pada hari Senin (26/11). Kini, penyelesaian transaksi yang sebelumnya selama tiga hari dapat dilakukan hingga dua hari.

Namun, BEI mengkhawatirkan adanya potensi gagal serah saat penyelesaian transaksi (settlement) pada 28 November nanti. Pasalnya pada hari itu terjadi dua settlement yakni untuk perdagangan Jumat (23/11) dan Senin (26/11) ini setelah diresmikan settlement T+2 pada hari ini.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo mengatakan yang paling dikhawatirkan terjadi gagal adalah dari kustodian asing. Sebab ada perbedaan waktu lokal dengan negara lain, sehingga kemungkinan terjadi hambatan informasi.

"Kalau sosialisasi sebenarnya sudah berjalan cukup baik untuk domestik. Tapi kemungkinan saja ada investor asing yang mungkin kelewatan, mereka punya kustodi di beberapa negara yang mungkin bisa terlupakan. Jadi ada kekhawatiran mungkin dari pihak asing yang mungkin karena perbedaan waktu atau karena infonya tidak sampai ke mereka, ini bisa ada kesalahan dalam memberikan instruksi," kata Laksono di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/11).

Sponsored

Laksono menambahkan, kalau langkah antisipasi yang sudah dilakukan oleh self regulatory organization (SRO) pasar modal adalah dengan mengaktifkan pinjam meminjam efek (securities lending and borrowing). Ia mengklaim BEI pun telah mempersiapkan sekuritas lending and borrowing

BEI juga meminta beberapa dana pensiun dan asuransi yang besar untuk membantu di pasar tunai apabila terjadi gagal serah. Sebagai informasi, dana pensiun dan asuransi akan meminjamkan efek yang ditransaksikan sehingga tidak terjadi gagal serah. 

Tapi, Laksono enggan menyebut berapa banyak dan mana saja dana pensiun dan asuransi yang siap untuk pinjam-meminjam efek. Selain itu, Laksono juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan jual beli saham yang sama di broker yang sama di tanggal 26 November ini.