sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Unilever: Sariwangi AEA tidak terkait dengan brand Sariwangi

Unilever Indonesia telah memproduksi sendiri teh Sariwangi di pabrik mereka di Cikarang

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 18 Okt 2018 20:51 WIB
Unilever: Sariwangi AEA tidak terkait dengan brand Sariwangi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengungkapkan telah memproduksi sendiri teh Sariwangi yang merupakan salah satu brand di bawah perusahaan ini.

Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk. Sancoyo Antarikso, juga menegaskan pailit dari PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (Sariwangi AEA) sama sekali tidak berpengaruh dan tidak berhubungan dengan Unilever Indonesia.

“Yang pailit itu perusahaan tersebut, tidak ada hubungannya dengan Unilever maupun brand Sariwangi,” jelas Sancoyo saat dihubungi Alinea.id pada Kamis (18/10).

Sancoyo mengatakan Unilever Indonesia telah memproduksi sendiri teh Sariwangi di pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat, serta dibantu produksi oleh third party manufacturing (pabrik pihak ketiga).

Sponsored

Memang pada awalnya PT Sariwangi AEA memproduksi teh Sariwangi. Tetapi pada1989, Unilever Indonesia membeli merek Sariwangi dengan tetap memperbolehkan PT tersebut untuk memakai nama Sariwangi.

Sancoyo menuturkan, perseroan sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan PT Sariwangi AEA meskipun pernah menjalin kerja sama di masa lampau. “Kalau berhentinya kapan, tidak bisa dikasih tahu, yang jelas sebelum pailit ini sudah berhenti,” jawabnya.

Seperti diketahui, PT Sariwangi AEA dan anak usahanya yakni PT Maskapai Perkebunan Inodrub Sumber Wadung (Indorub), dinyatakan melakukan ingkar janji terhadap perjanjian perdamaian atau homologasi dalam penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terdahulu oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Negeri Jakarta Pusat. Kedua perusahaan ini kemudian diputus pailit karena memiliki utang sebesar Rp1,05 triliun.

Berita Lainnya