sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indutri lesu, United Tractors pangkas target penjualan alat berat

PT United Tractors Tbk. (UNTR) kali kedua menurunkan target penjualan alat berat pada tahun ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 26 Agst 2019 16:09 WIB
Indutri lesu, United Tractors pangkas target penjualan alat berat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

PT United Tractors Tbk. (UNTR) merevisi target penjualan alat berat Komatsu dari semula 4.000 unit menjadi 3.600 unit di tahun 2019. 

Direktur United Tractors Iman Nurwahyu mengatakan langkah ini diambil karena melihat industri yang kurang bagus. UNTR mencatat penjualaan alat berat Komatsu turun sebesar 26% menjadi 2.122 unit pada semester I-2019, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.876 unit.

"Tahun ini musim paceklik. Target sales hampir pasti akan kami turunkan dari 4.000 jadi 3.600," ujar Iman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (26/8).

Penurunan tersebut, kata Iman, disebabkan oleh melemahnya penjualan alat berat dari sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.

Iman melanjutkann, meskipun demikian, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di sektor alat berat dengan pangsa pasar domestik sebesar 34%. 

"Kami meyakini pangsa pasar tetap bisa kami jaga di level 34% hingga akhir 2019," tutur Iman.

Sementara itu, untuk perkiraan kinerja perseroan 2020, Iwan mengatakan United Tractor belum memiliki gambaran secara pasti. Sebab, lanjut Iwan, untuk tahun 2019 saja perseroan telah merevisi turun target sebanyak dua kali.

"Kalau bisnis membaik, kita targetnya memang tak pernah agresif. Mungkin peningkatan 5% untuk target operasionalnya di 2020," kata Iman.

Sponsored

Sementara Direktur Utama UNTR Frans Kesuma mengatakan untuk target penjualan tahun depan akan diamati terus hingga kuartal IV-2019. 

"Jadi memang karena bisnis kami dipengaruhi komoditas, kita akan tunggu sampai menit terakhir untuk menentukan target 2020," ujar Frans.

Untuk diketahui, sepanjang semester I-2019, emiten berkode saham UNTR ini mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp43,3 triliun atau meningkat 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp38,9 triliun.

Sementara untuk laba bersih perseroan membukukan peningkatan tipis 3% atau sebesar Rp5,7 triliun pada semester I-2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,5 triliun.

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

DC garap film reboot Superman berkulit hitam

Senin, 01 Mar 2021 15:53 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB