logo alinea.id logo alinea.id

Saat ini waktu yang tepat membeli saham Bank Mandiri

Pada akhir tahun diperkirakan saham Bank Mandiri menyentuh level Rp 8 ribu

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 23 Okt 2018 16:12 WIB
Saat ini waktu yang tepat membeli saham Bank Mandiri

Pencapaian kinerja keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang tumbuh 20% pada kuartal III-2018, akan mendorong pergerakan saham bank pelat merah tersebut di level Rp 8.000 pada akhir tahun ini.

‎Kepala Riset Narada Kapiral Indonesia, Kiswoyo Adi Joe,‎ mengatakan harga saham BMRI saat ini di posisi Rp 6.400-an. Angka itu terbilang sangat murah dan menjadi waktu yang tepat untuk membelinya.

"Saya melihat sekarang waktunya koleksi atau beli saham Bank Mandiri, karena pada akhir tahun diperkirakan bisa ke level Rp 8 ribu," ujar Kiswoyo dalam katerangan pers yang diterima Alinea.id, Selasa (23/10).

Selain laba yang positif‎ pada kuartal III- 2018, prediksi direksi bank pelat merah tersebut percaya laba Bank Mandiri akan naik sekitar 10% sampai 20% pada akhir tahun 2018. Hal inilah yang disebut bakal mendorong saham BMRI dapat mencapai Rp 8.000.

"Cukup realistis untuk labanya di akhir tahun tumbuh 10% sampai 20%," ucap Kiswoyo.

Sementara terkait tantangan perbankan pada akhir 2018, dirinya melihat masih seputar tren suku bunga yang akan naik kembali. Ini perlu disiasati dengan baik oleh perbankan tanah Air.

"‎Tapi kenaikan suku bunga belum tentu menekan keuntungan bank, apalagi bank-bank besar seperti Bank Mandiri, dia akan melihat bank lain juga, apakah harus menaikkan bunga kreditnya, atau depositonya," ujarnya.

Kiswoyo melihat kenaikan suku bunga kredit dapat berdampak terhadap Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet dan hal ini sangat menjadi pertimbangan perbankan. 

Sponsored

"NPL mereka harus dijaga jika menaikkan bunga kreditnya," ujarnya.

Sementara itu, Senior Analis Kresna Sekuritas, Franky Rivan, menyampaikan dalam risetnya, kinerja Bank Mandiri‎ kuartal III -2018 mengalami peningkatan, di mana kredit tumbuh 13,8%, NPL terjaga di level 3% dan NIM tumbuh 5,54%.

"‎Kami rekomendasikan beli (dari sebelumnya menahan/hold), dengan target harga Rp 7.350 per saham. Sekarang BMRI diperdagangkan pada valuasi price book 1,7 kali," tulisnya.

Sekadar informasi, pada kuartal III-2018‎, Bank Mandiri meraup keuntungan yang tumbuh 20% menjadi Rp 18,1 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 15,1 triliun.

Laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,2% menjadi Rp 40,4 triliun dari periode yang sama tahun 2017 senilai Rp 38,8 triliun.

Sementara laba bersih pada akhir tahun ini diprediksi direksi Bank Mandiri dapat tumbuh 10% sampai 20% secara tahunan, atau menjadi Rp 22 triliun sampai Rp 24 triliun.