sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Antisipasi pembelian solar bersubsidi berulang, Pemkab Kukar terapkan kartu kendali pembelian

Dedy Wahyudiansyah mengatakan warga bisa mendapatkan kartu kendali di SPBU di Kecamatan Tenggarong, Loa Janan, serta wilayah pesisir.

Nadya Angelica Mutiara Amanda
Nadya Angelica Mutiara Amanda Jumat, 13 Mei 2022 15:40 WIB
Antisipasi pembelian solar bersubsidi berulang, Pemkab Kukar terapkan kartu kendali pembelian

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerbitkan kartu kendali bagi pemilik kendaraan berbahan solar. Hal ini untuk menindak lanjuti fenomena mengularnya antrean mobil yang membeli solar bersubsidi di SPBU dan mengantisipasi oknum mengisi solar bersubsidi berulang kali.

“Sudah bisa kita lihat, jarang lagi ada antrean mobil yang ingin mengisi solar bersubsidi," ujar Kasi Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kukar, Dedy Wahyudiansyah, dikutip dalam keterangannya, Kamis (12/5).

Dedy mengatakan warga bisa mendapatkan kartu kendali tersebut dengan mendatangi SPBU di Kecamatan Tenggarong, Loa Janan, serta dua SPBU di wilayah pesisir dan membawa identitas lengkap. Bagi calon pembeli yang belum memiliki kartu ini akan diarahkan membeli solar non subsidi.

“Tujuannya kartu kendali agar solar bersubsidi dibeli oleh orang yang tepat,” sebutnya.

Masyarakat yang berhak mendapatkan solar bersubsidi yakni pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian dan perdagangan bahan kebutuhan pokok. Dedy menerangkan para pembeli solar bersubsidi ini akan diberi sistem penjatahan, yakni 100 liter per hari untuk truk roda enam.

“Per harinya hanya boleh mengisi 100 liter untuk jenis truk roda 6,” pungkasnya.

Dengan kartu ini, Lanjut Dedy, pihaknya juga dapat mengawasi apabila ada oknum yang hendak berbuat curang dengan mencoba mengisi kembali di SPBU berbeda. Ia memastikan OPD di Kukar sudah terintegrasi dan memakai sistem koneksi.

“Lintas OPD juga sudah saling bersinergi dan memakai sistem terkoneksi untuk lakukan pengawasan. Itu agar tidak ada oknum nakal, mengisi solar bersubsidi berulang kali," katanya.

Sponsored
Berita Lainnya