sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China tahan eks presiden Interpol terkait penyuapan

Selain menjadi presiden Interpol, Meng Hongwei juga menjabat sebagai wakil menteri keamanan publik China.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 08 Okt 2018 19:22 WIB
China tahan eks presiden Interpol terkait penyuapan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Meng Hongwei, mantan presiden Interpol resmi ditahan otoritas China atas tuduhan penyuapan dan korupsi, ungkap Kementerian Keamanan Publik Tiongkok. Konfirmasi ini dirilis usai pria usia 64 tahun itu dikabarkan menghilang kurang lebih 13 hari lalu.

Kabar menghilangnya Meng Hongwei diumumkan ke publik pada Jumat (5/10), ketika pihak berwenang Perancis menyatakan bahwa mereka membuka penyelidikan untuk mencari tahu apa yang terjadi terhadapnya. Selain menjadi presiden Interpol, Meng Hongwei yang merupakan seorang warga China juga menjabat sebagai wakil menteri keamanan publik Tiongkok.

Pada Senin (8/10), otoritas China menerangkan bahwa mereka tengah menyelidiki Meng Hongwei terkait penyuapan. Mereka menambahkan bahwa pelanggaran politik mungkin juga telah menjadi salah satu penyebab penahanannya.

The South China Morning Post yang mengutip pernyataan Kementerian Keamanan Publik mengatakan, dugaan korupsi dan pelanggaran hukum yang dilakukan Meng Hongwei sangat memprihatinkan partai yang berkuasa dan kepolisian.

Sebelumnya, Perancis menerima pengunduran diri Meng Hongwei sebagai presiden Interpol.

Pada hari Minggu, istri Meng Hongwei, Grace, mengatakan bahwa suaminya mengiriminya emoticon pisau sebelum dia menghilang selama perjalanannya ke China.

Dalam komentar publik pertamanya terkait masalah ini, Grace Meng mengatakan kepada wartawan di Lyon, Perancis, bahwa dia berpikir pisau itu adalah cara suaminya untuk mengatakan padanya bahwa dia dalam bahaya.

Grace mengatakan dia tidak memiliki kontak lebih lanjut dengan Meng Hongwei sejak pesan yang dikirim pada 25 September. Lebih lanjut, perempuan itu menjelaskan bahwa empat menit sebelum Meng Hongwei berbagi emoticon pisau, dia mengirim pesan yang berbunyi, "Tunggu panggilan saya."

Sponsored

Istri Meng Hongwei itu menolak mengizinkan wartawan untuk melihat wajahnya selamat konferensi pers berlangsung. Dia mengkhawatirkan keselamatannya dan dua anaknya.

Menurut situs Interpol, Meng Hongwei nyaris memiliki pengalaman selama 40 tahun dalam peradilan pidana dan kepolisian, dan telah mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan lembaga hukum, pengendalian narkotika dan kontraterorisme.

Penunjukan Meng Hongwei sebagai presiden Interpol dinilai para kritikus memberi Beijing kesempatan untuk mendapat bantuan dalam melacak orang-orang yang diduga penjahat ekonomi, termasuk pejabat korup. Mereka ditargetkan oleh kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping.

Interpol telah menyangkal hal ini, mengatakan bahwa presiden mereka tidak campur tangan dalam operasi sehari-hari, yang saat ini ditangani oleh Sekretaris Jenderal Juergen Stock. (Al Jazeera)

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya