close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: Ist
icon caption
Ilustrasi. Foto: Ist
Dunia
Kamis, 04 Januari 2024 15:53

2 bom di Iran tewaskan 95 orang, AS bela Israel

Pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, mengatakan mereka yang memperingati kematian Soleimani adalah “target".
swipe

Dua bom serempak meledak, sedikitnya 95 tewas di kota Kerman, sekitar 820 kilometer tenggara ibu kota, Teheran, Rabu (3/1). Korban jiwa jatuh pada peringatan terbunuhnya jenderal terkemuka Iran Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat dalam serangan pesawat tak berawak pada tahun 2020. 

Sementara Timur Tengah masih gelisah atas perang Israel versus Hamas di Gaza. Diketahui bahwa Iran berpihak ke Hamas. Pada perang tersebut, Israel menyasar banyak warga sipil dan wartawan.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Bom disebut sebagai serangan paling mematikan yang menargetkan Iran sejak Revolusi Islam tahun 1979. Para pemimpin Iran berjanji akan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut, yang melukai sedikitnya 211 orang.

Dilaporkan AP, kedua ledakan hanya berselang beberapa menit. Ledakan kedua memuntahkan pecahan peluru ke kerumunan orang yang berteriak-teriak melarikan diri dari ledakan pertama.

Menteri Kesehatan Iran, Bahram Einollahi, kepada TV pemerintah mengatakan korban tewas sebelumnya sebanyak 103 orang direvisi. Jumlahnya menyusut lebih rendah setelah para pejabat menyadari bahwa beberapa nama telah disebutkan dalam daftar korban. Namun banyak korban luka berada dalam kondisi kritis, sehingga jumlah korban tewas mungkin bertambah.

Pertemuan menandai peringatan empat tahun pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, kepala Pasukan elit Quds Garda Revolusi, dalam serangan AS di Irak. Ledakan terjadi di dekat makamnya saat antrean panjang orang berkumpul untuk menghadiri acara tersebut.

Televisi pemerintah Iran dan para pejabat menggambarkan serangan itu sebagai pengeboman. Terjadi hanya sehari setelah wakil ketua kelompok militan Palestina Hamas tewas dalam dugaan serangan Israel di Beirut.

Bom pertama diledakkan pada hari Rabu sekitar pukul 15.00, dan bom lainnya meledak sekitar 20 menit kemudian. Menteri Dalam Negeri Iran, Ahmad Vahidi, kepada televisi pemerintah mengatakan ledakan kedua menewaskan dan melukai banyak orang.

Gambar dan video yang dibagikan di media sosial tampaknya sesuai dengan keterangan para pejabat. Dikatakan, ledakan pertama terjadi sekitar 700 meter dari makam Soleimani di Pemakaman Syuhada Kerman dekat tempat parkir. Massa kemudian bergegas ke barat sepanjang Jalan Shohada, tempat ledakan kedua terjadi sekitar 1 kilometer dari kuburan.

TV pemerintah Iran dan kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah mengutip pejabat darurat mengenai jumlah korban. Pihak berwenang mengatakan Kamis (4/1) akan menjadi hari berkabung nasional.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan para penyerang akan menghadapi “balasan yang tegas,” meskipun dia tidak menyebutkan nama tersangkanya. Presiden Iran Ebrahim Raisi menambahkan: “Tidak diragukan lagi, para pelaku dan pemimpin aksi pengecut ini akan segera diidentifikasi dan dihukum.”

Iran memiliki banyak musuh yang mungkin berada di balik serangan tersebut, termasuk kelompok di pengasingan, organisasi militan, dan aktor negara.

Kelompok ekstremis Sunni termasuk kelompok ISIS melakukan serangan besar-besaran di masa lalu yang menewaskan warga sipil di Iran yang mayoritas penduduknya Syiah, namun tidak pernah di Kerman yang relatif damai.

Iran juga telah menyaksikan protes massal dalam beberapa tahun terakhir, termasuk protes atas kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun pada tahun 2022. Negara ini juga menjadi sasaran berbagai kelompok pengasingan dalam serangan sejak kekacauan seputar Revolusi Islam tahun 1979.

Iran sendiri telah mempersenjatai kelompok militan selama beberapa dekade, termasuk Hamas, milisi Syiah Lebanon Hizbullah, dan pemberontak Houthi di Yaman. Ketika Israel mengobarkan perang dahsyat di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang, baik Hizbullah maupun Houthi telah melancarkan serangan yang menargetkan Israel yang menurut mereka dilakukan atas nama Palestina.

Israel diduga melancarkan serangan pada hari Selasa yang menewaskan seorang wakil ketua Hamas di Beirut, namun serangan tersebut hanya menyebabkan sedikit korban jiwa di lingkungan padat penduduk di ibu kota Lebanon. Pekan lalu, dugaan serangan Israel menewaskan seorang komandan Garda Revolusi di Suriah.

Juru bicara Houthi, Mohammed Abdel-Salam, berusaha mengaitkan pengeboman tersebut dengan “dukungan Iran terhadap pasukan perlawanan di Palestina dan Lebanon.” Beberapa pejabat Iran mengisyaratkan keterlibatan Israel dan Amerika.

Di Beirut, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menyebut orang-orang yang tewas dalam serangan itu sebagai “syuhada yang tewas di jalan, perjuangan, dan pertempuran yang sama yang dipimpin oleh” Soleimani.

Serangan paling mematikan yang menyerang Iran sejak revolusi adalah pengeboman truk tahun 1981 terhadap markas besar Partai Republik Islam di Teheran. Serangan itu menewaskan sedikitnya 72 orang, termasuk pemimpin partai, empat menteri, delapan wakil menteri, dan 23 anggota parlemen.

Pada tahun 1978 menjelang revolusi, sebuah kebakaran yang disengaja di Cinema Rex di Abadan menewaskan ratusan orang.

Kutukan global

Reaksi global pascaledakan mematikan tersebut mengutuknya sebagai kekejian. “Uni Eropa menyatakan solidaritasnya terhadap rakyat Iran. Tindakan teror ini telah menimbulkan korban jiwa dan cedera pada warga sipil,” kata juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa dalam sebuah pernyataan, dilansir Aljazeera.

Hassan Nasrallah, pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, mengatakan mereka yang memperingati kematian Soleimani adalah “target”.

“Kejahatan keji ini merupakan perpanjangan dari semua kejahatan yang berusaha melemahkan Republik Islam, perannya dalam menghadapi arogansi global, penerapan tujuan utama bangsa, dan dukungannya terhadap kekuatan perlawanan di Palestina dan Lebanon,” bunyi pernyataan Houthi, kelompok Yaman.

“Irak menyatakan kesediaannya untuk menawarkan berbagai bentuk bantuan, yang bertujuan untuk mengurangi dampak dari tindakan kriminal pengecut ini,” kata pemerintah Irak mengeluarkan pernyataan yang mengutuk ledakan tersebut dan menggambarkannya sebagai “serangan teroris di Kerman”.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Malaysia “mengutuk keras” serangan itu, dan “segala bentuk kekerasan terhadap orang yang tidak bersalah”, dan mendesak agar “dalang aksi kekerasan ini diadili”.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawanya kepada kepemimpinan Iran, kantor berita Rusia RIA Novosti melaporkan, mengutip pernyataan Kremlin.

“Kami sangat sedih atas serangan teroris keji yang dilakukan di provinsi Kerman, Iran. Semoga Tuhan mengampuni mereka yang kehilangan nyawa dalam serangan tersebut, dan saya berharap mereka yang terluka segera pulih,” ujar Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam postingan di X.

Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa atas mereka yang terbunuh dan menyerukan agar para pelakunya dimintai pertanggungjawaban.

Mungkinkah Israel yang keji telah meledakkan bom ganda di Kerman? Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengatakan para pejabat Amerika “tidak punya alasan” untuk percaya bahwa Israel terlibat dalam serangan hari Rabu di Iran. Sementara para pejabat negara-negara Timur Tengah belum menunjuk Israel.

“Kami tidak punya alasan untuk percaya bahwa Israel terlibat dalam ledakan ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller dalam konferensi pers harian.(apnews,aljazeera)

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan