sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Abaikan Covid-19, puluhan ribu warga India tetap bersuci di Sungai Gangga

Kritik tajam diarahkan kepada Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata sayap kanannya karena festival itu telah diizinkan.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Sabtu, 15 Jan 2022 16:40 WIB
Abaikan Covid-19, puluhan ribu warga India tetap bersuci di Sungai Gangga

Puluhan ribu umat Hindu India melakukan ritual mandi sebagai bagian dari penyucian diri di Sungai Gangga, meskipun infeksi Covid-19, termasuk varian Omicron meningkat.

Dalam sebulan terakhir, kasus infeksi di India meningkat 30 kali lipat. Namun demikian, umat Hindu tetap percaya mandi di sungai yang dianggap suci selama Festival Makar Sankrati yang jatuh pada 14 Januari akan membebaskan mereka dari siklus kematian dan kelahiran kembali.

Kawasan Bengal Barat di mana Sungai Gangga berada menduduki posisi kedua negara bagian di India dengan jumlah kasus terbesar kedua setelah Maharashtra. Seperti dikutip Aljazeera, Sabtu (15/1), para pejabat memprediksi sekitar tiga juta orang akan hadir dalam puncak festival di Pulau Sagar, tempat Sungai Gangga bertemu dengan Teluk Benggala. Pejabat lokal Bankim Hazra mengatakan sungai sudah berubah menjadi lautan manusia tanpa masker.

Di negara bagian Uttar Pradesh, umat Hindu, yang dipimpin oleh kepala biara dan pertapa yang diolesi abu, berkumpul di Sangam, yang merupakan pertemuan tiga sungai yakni Sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati untuk berpartisipasi dalam festival Magh Melah, salah satu ziarah paling suci dalam agama Hindu.

Jutaan umat Hindu diperkirakan memadati festival selama 47 hari ke depan. Banyak dari mereka akan tinggal di tepi Sungai Gangga selama sebulan menjalani kehidupan seorang pertapa, dengan keyakinan bahwa mereka akan menerima keselamatan.

"Saya tidak bisa bernapas dengan masker. Padahal setiap tahun saya datang untuk berenang suci, bagaimana bisa melewatkan tahun ini," ujar Phal Tripathi, yang datang bersama keluarganya dari sebuah desa di Uttar Pradesh. Acara ini telah menimbulkan kekhawatiran bahwa peziarah dapat terinfeksi dan membawa virus ketika kembali ke kota dan desa mereka di bagian lain negara itu. Sudah 77 polisi dan 12 staf kebersihan pada acara tersebut diketahui terpapar virus corona.

Sebelumnya para ahli kesehatan sudah meminta festival itu untuk dibatalkan. Festival akan menjadi superspreader karena jumlah jemaah yang membludak dan kemungkinan aturan kesehatan yang tidak akan dipatuhi.

Kritik tajam diarahkan kepada Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata sayap kanannya karena festival itu telah diizinkan meskipun ada infeksi yang meningkat. Pemerintah memang dikenal sangat pro Hindu, yang juga menjadi pendukung terbesar partai itu. Tahun lalu, pertemuan serupa di kota suci Haridwar di India utara di negara bagian Uttarakhand telah berkontribusi pada rekor peningkatan kasus Covid-19. Khawatir akan meningkatnya infeksi, pihak berwenang Uttarakhand telah melarang acara tersebut.

Sponsored
Berita Lainnya