close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Prosesi pemakaman 20 tentara Kamboja yang tewas. Foto AKP via AP
icon caption
Prosesi pemakaman 20 tentara Kamboja yang tewas. Foto AKP via AP
Dunia
Rabu, 01 Mei 2024 11:30

Amunisi meledak, 20 tentara tewas di pangkalan militer

Kamboja mengadakan pemakaman massal pada hari Minggu (28/4) bagi mereka yang tewas dalam ledakan tersebut.
swipe

Ledakan besar meletus di barat daya Kamboja pada akhir pekan. Insiden fatal tersebut menewaskan 20 tentara di sebuah pangkalan militer. 

"Tampaknya ini merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan penanganan amunisi oleh tentara," kata seorang pejabat senior militer pada Selasa (30/4) dikutip El Paso Inc. 

Ledakan pada Sabtu (27/4) sore di provinsi Kampong Speu juga menghancurkan kendaraan militer dan empat bangunan di pangkalan tersebut, serta merusak rumah-rumah di desa terdekat.

Juru bicara Angkatan Darat Mayjen Mao Phalla mengatakan tentara sedang memindahkan amunisi dari truk ke fasilitas penyimpanan ketika ledakan terjadi, dan menewaskan mereka seketika. Dia mengatakan 11 orang lainnya, termasuk tentara dan penduduk desa sekitar, mengalami luka ringan, sebagian besar akibat puing-puing bangunan yang rusak, bukan pecahan peluru.

Kamboja mengadakan pemakaman massal pada hari Minggu (28/4) bagi mereka yang tewas dalam ledakan tersebut.

Associated Press melansir teori awal namun masih belum resmi adalah bahwa tentara sedang menurunkan amunisi dari truk dan menumpuknya di tanah sebelum memindahkannya ke fasilitas penyimpanan, menyebabkan satu barang meledak, katanya. Hal itu memicu reaksi berantai, tambah Mao Phalla.

Namun, dia mengatakan akan sulit untuk menentukan rangkaian kejadian yang tepat karena semua orang yang terlibat dalam pembongkaran tersebut tewas.

Mao Phalla mengatakan lokasi tersebut telah ditutup dan para penjinak ranjau dari Pusat Pekerjaan Ranjau Kamboja sedang membersihkan area tersebut dari persenjataan yang tidak meledak. 

Pada bulan Maret 2005, ledakan malam hari di sebuah gudang senjata di kota Battambang di provinsi barat laut memicu semburan peluru dan peluru selama berjam-jam yang menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan kepanikan. 

Sebuah laporan pada tahun 2014 oleh kelompok Small Arms Survey yang berbasis di Swiss menyoroti bahaya amunisi yang disimpan dengan buruk atau salah penanganan, dan menyebutnya sebagai “masalah global.” Laporan tersebut mencatat bahwa dari tahun 1979 hingga 2013 terdapat lebih dari 500 insiden yang melibatkan ledakan yang tidak direncanakan di lokasi amunisi.(apnews,elpasoinc)

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan