sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

AS beberkan detail serangan yang menewaskan Baghdadi

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi tewas bunuh diri di Provinsi Idlib, Suriah, pada Sabtu (26/10) saat diserang pasukan AS.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 31 Okt 2019 12:07 WIB
AS beberkan detail serangan yang menewaskan Baghdadi

Komandan Komando Pusat Amerika Serikat Jenderal Korps Marinir Kenneth F. McKenzie mengungkap rincian tentang serangan pada Sabtu (26/10) di barat laut Suriah yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. Pentagon juga merilis sejumlah video singkat terkait serangan tersebut.

McKenzie mengatakan perencanaan untuk serangan tersebut telah dilakukan jauh lebih awal. 

"Baghdadi adalah target prioritas Centcom ... subjek dari upaya keras untuk menyeretnya ke pengadilan," kata McKenzie seperti dikutip dalam laman Kementerian Pertahanan AS, Kamis (31/10).

"Ketika kami memperoleh informasi intelijen yang jelas dan dapat ditindaklanjuti di tempat persembunyiannya, kami mengembangkan rencana yang dirancang untuk menangkap atau membunuhnya dan mulai mempersiapkan tim operasi khusus untuk misi ini."

McKenzie menjelaskan bahwa dia memberi pengarahan kepada para pemimpin Kementerian Pertahanan mengenai informasi intelijen dan rencananya pada 25 Oktober. Dengan persetujuan Menteri Pertahanan Mark Esper dan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley, dia juga memberi pengarahan pada Donald Trump terkait seluruh aspek rencana, termasuk risiko yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Tim operasi khusus digelar di Suriah dan diluncurkan ke sebuah kompleks di Provinsi Idlib, yang berjarak sekitar 4 mil dari perbatasan Turki. "Kami menilai bahwa dia bersembunyi di Provinsi Idlib untuk menghindari tekanan kuat yang didapat ISIS di kawasan lain di Suriah."

Lebih jauh McKenzie menuturkan bahwa tim diangkut dengan helikopter dan dilindungi oleh helikopter serang, pesawat serang tanpa awak dan pesawat tempur generasi keempat dan kelima.

"Saya juga mencatat rencana itu memperhitungkan asumsi bahwa kami akan menemukan banyak anak di lokasi penyerbuan," ujar dia.

Sponsored

Menurut McKenzie, Trump menyetujui rencana serangan, dan Centcom menyampaikan pelaksanaan operasi tersebut kepada Turki dan Rusia.

Ket foto: Penampakan tempat persembunyian Baghdadi di Provinsi Idlib, Suriah, setelah dan sebelum serangan oleh militer AS / Kementerian Pertahanan AS

Ketika helikopter mendarat di sekitar kompleks, gerilyawan melepas tembakan. McKenzie meyakini bahwa mereka bukan anggota ISIS. Namun, kata dia, mereka menunjukkan sikap bermusuhan terhadap pasukan AS.

Para gerilyawan tewas akibat serangan udara dari helikopter pendukung.

Pasukan AS kemudian mengepung kompleks dan mendesak orang-orang di dalam untuk menyerahkan diri. 

"Mereka yang keluar dari bangunan diperiksa ... Pasukan AS menahan dan kemudian membebaskan nonkombatan. Mereka diperlakukan secara manusiawi, termasuk 11 anak-anak," ungkap McKenzie.

Lima anggota ISIS yang berada di dalam kompleks tersebut mengancam pasukan AS. "Mereka tidak merespons perintah dalam bahasa Arab untuk menyerah dan mereka terus mengancam pasukan. Mereka ditangani oleh pasukan serbu dan tewas, di antaranya adalah empat wanita dan satu pria.

Pasukan AS mendesak Baghdadi ke sebuah terowongan buntu yang berada di dalam kompleks. Ketika penangkapan kian dekat, pemimpin ISIS itu meledakkan rompi bunuh diri, menewaskan dirinya dan dua bocah.

"Setelah Baghdadi tewas bunuh diri, pasukan serbu membersihkan puing-puing dari terowongan dan mengamankan jenazah Baghdadi untuk verifikasi DNA," kata McKenzie, menambahkan bahwa uji DNA menunjukkan hasil positif.

Jenazah Baghdadi disebut McKenzie dimakamkan di laut, sesuai dengan hukum konflik bersenjata.

"Komplek itu dihancurkan sehingga tidak dapat digunakan sebagai tempat suci," ujar McKenzie.

Dilansir Reuters, dalam konferensi persnya, McKenzie juga memperingatkan soal kemungkinan serangan balasan oleh ISIS.

"Kami menduga mereka akan mencoba beberapa bentuk serangan ... Kami bersiaga dan siap untuk itu," imbuhnya.