sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Baghdadi tewas, ISIS tunjuk pemimpin baru

Sedikit yang diketahui tentang pemimpin baru ISIS. Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi sendiri diyakini sebagai nama samaran.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 01 Nov 2019 09:26 WIB
Baghdadi tewas, ISIS tunjuk pemimpin baru

ISIS pada Kamis (31/10) mengonfirmasi kematian pemimpin mereka Abu Bakr al-Baghdadi. Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi pun ditunjuk sebagai penggantinya. Kabar ini mereka umumkan lewat rekaman audio yang dirilis oleh Amaq.

Baghdadi dan juru bicara ISIS Abu Hassan al-Muhajir tewas dalam operasi terpisah oleh pasukan Amerika Serikat di Suriah utara pada akhir pekan. Muhajir tewas dalam operasi gabungan oleh pasukan AS dan Kurdi beberapa jam setelah serangan yang menargetkan Baghdadi.

Muhajir sebelumnya diprediksi sebagai suksesor potensial Baghdadi. Sebagai pengganti Muhajir, kelompok teroris itu menunjuk Abu Hamza al-Quraishi.

Sedikit yang diketahui tentang pemimpin baru ISIS. Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi sendiri diyakini sebagai nama samaran.

Rekaman audio tidak memberikan banyak detail soal Qurayshi, yang namanya tidak masuk dalam kandidat yang diperdebatkan sebagai pengganti Baghdadi. Hanya menyebutnya sebagai tokoh terkemuka dan pejuang veteran yang di masa lalu telah berperang melawan AS.

"Amerika, tidakkah Anda menyadari bahwa ISIS sekarang berada di garis depan Eropa dan Afrika Barat? Kami berkembang dari Timur ke Barat," sebut pernyataan via rekaman audio itu.

Kematian Baghdadi di Suriah utara, jauh dari tempat semuanya dimulai di Irak, merupakan yang terbaru dalam serangkaian pukulan bagi kelompok teroris keji itu. Mereka telah dilucuti dari seluruh wilayah yang dulu mereka kuasai, bahkan sudah kehilangan nyaris seluruh pendirinya setelah lebih dari lima tahun bergerilya.

Arah organisasi sekarang disebut bergantung pada generasi pemimpin baru, apakah akan mengejar tujuan yang digariskan Baghdadi atau menentukan arah baru.

Sponsored

Kapasitas ISIS untuk meluncurkan serangan teror yang spektakuler di Eropa dan sekitarnya dipandang telah berkurang akibat perang yang melelahkan. Sementara lone-wolf attacks atau serangan individu tetap menjadi ancaman yang konstan, badan intelijen Eropa meyakini bahwa upaya untuk mengganggu kemampuan ISIS melancarkan serangan besar sebagian berhasil.

Menurut laporan AS baru-baru ini, ISIS masih memiliki antara 14.000 dan 18.000 anggota di Irak dan Suriah, termasuk hingga 3.000 orang asing. (The Guardian dan BBC)