sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

CEO Qatar Airways klaim Changi kopi desain bandara Doha

Kepala Eksekutif Changi Airport Group (CAG) Lee Seow Hiang membantah tuduhan tersebut.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 04 Nov 2019 17:56 WIB
CEO Qatar Airways klaim Changi kopi desain bandara Doha

Beberapa bulan setelah dibuka dan menyambut lebih dari 50 juta pengunjung hingga saat ini, Jewel Changi Airport, hiburan baru bertema alam di Bandara Internasional Changi Singapura dituduh merupakan "hasil curian".

Tuduhan tersebut disampaikan oleh CEO Qatar Airways Akbar Al Baker, yang juga CEO Bandara Internasional Hamad (HIA), saat dia memperkenalkan rencana ekspansi ambisius bandara yang berlokasi di Doha itu.

Dijadwalkan selesai pada 2020, HIA yang diperluas juga akan memiliki taman tropis indoor dengan luas 10.000 meter persegi dan fitur air terjun. 

Menurut Executive Traveller, situs berita dan ulasan yang fokus pada perjalanan, Al Baker mengklaim bahwa desain HIA tersebut sudah ada sejak enam tahun lalu dan dicuri.

"Ada yang menyalin desain kami, yang sudah di atas meja sejak enam tahun lalu," kata Al Baker. "Kami mengetahui para pelakunya dari negara itu, saya tidak akan menyebutkan nama mereka yang telah mencurinya."

Dia menambahkan bahwa "the jewel of Hamad International" berbeda dari hasil curiannya karena yang satu adalah pusat perbelanjaan dan yang satunya lagi adalah sebuah bandara internasional.

Situs penerbangan AirlineGeeks.com juga mengutip pernyataan yang sama dalam rencana ekspansi HIA. Menurut AirlineGeeks, Al Baker menjelaskan bahwa pelancong yang tiba di HIA tidak perlu melalui imigrasi untuk mengunjungi air terjun dan hutan indoor.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Changi Airport Group (CAG) Lee Seow Hiang menyatakan bahwa proses melahirkan Jewel Changi Airport dimulai pada Juli 2012.

Sponsored

Pengembang Singapura CapitaLand mendapat kontrak pada Mei 2013, berdasarkan pada desain Safdie Architects yang terkemuka.

"Kami menghargai orisinalitas dan kreativitas gagasan saat kami berinovasi untuk meningkatkan pengalaman di Changi bagi seluruh pengunjung kami. Kami menghormati hak kekayaan intelektual dan mengharapkan hal yang sama dari seluruh mitra kami," kata Lee.

Menurut Lee, Safdie Architects telah memberi tahu pihaknya bahwa mereka belum melakukan pekerjaan apa pun di Qatar. 

"Arsitek berdarah Israel-Kanada Moshe Safdie juga belum pernah mengunjungi Qatar," ujar Lee.

Kepada Straits Times, Safdie mengatakan bahwa perusahaan telah menjadikan konsep kebun sebagai titik fokus bagi ranah publik selama beberapa dekade. Contoh, sebutnya, pihaknya telah menggunakan air hujan alami untuk air terjun dalam rancangan mereka di Bandara Ben Gurion Israel dan Marina Bay Sands. 

"Kami sangat senang bahwa keunikan dan orisinalitas Jewel telah diakui dengan baik oleh komunitas internasional dan mengakibatkan banyak orang menirunya," kata dia.

Ini bukan kali pertama Al Baker mengeluarkan pernyataan kontroversial. Pada 2017, BBC melaporkan bahwa dia mengolok-olok maskapai penerbangan Amerika Serikat dengan mengatakan bahwa para penumpang selalu dilayani oleh nenek-nenek. 

Al Baker juga membual dengan menyebut bahwa usia rata-rata awak kabinnya 26 tahun. Dia kemudian mengakui pernyataannya itu ceroboh dan tidak mewakili sentimen sebenarnya tentang awak kabin.

Satu tahun berikutnya, Al Baker menjadi sorotan karena membuat pernyataan berbau seksisme ketika menyatakan bahwa posisinya hanya dapat diisi oleh seorang pria. Menurut Fortune, Al Baker menuturkan, Qatar Airways harus dipimpin seorang laki-laki karena itu merupakan posisi yang sangat menantang.

Al Baker kemudian meminta maaf atas pernyataan tersebut, mengatakan bahwa itu dimaksudkan sebagai candaan. (Business Insider)