sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19 di Hong Kong kian tak terkendali

Pemimpian Hong Kong sebut situasi Covid-19 benar-benar kritis.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 20 Jul 2020 12:17 WIB
Covid-19 di Hong Kong kian tak terkendali
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam pada Minggu (19/7) mengatakan, Covid-19 telah menyebar tak terkendali di kota itu.

Pernyataan tersebut datang setelah pihak berwenang mencatat rekor harian tertinggi dengan lebih dari 100 kasus dalam 24 jam terakhir. Akibatnya, Lam menerapkan langkah-langkah pembatasan sosial baru.

Hong Kong adalah salah satu wilayah pertama yang terdampak pandemik setelah Covid-19 terdeteksi di China daratan.

Awalnya, Pemerintah Hong Kong dinilai berhasil mencegah penularan massal di wilayahnya dan tidak mencatat satu pun kasus lokal hingga akhir Juni. Namun, dalam dua pekan terakhir, kasus infeksi mulai melonjak kembali dan para pakar kesehatan khawatir penyebarannya kini tidak terdeteksi.

Pada Minggu, Lam menuturkan bahwa lebih dari 500 kasus positif telah dikonfirmasi dalam dua minggu terakhir, membuat total kasus di Hong Kong menjadi 1.886 dengan 12 fatalitas.

"Situasinya benar-benar kritis dan tidak ada tanda bahwa situasi di bawah kendali," kata dia.

Pekan lalu, Lam mengumumkan langkah-langkah pembatasan sosial baru dengan menutup sejumlah bisnis termasuk bar, gimnasium, dan kelab malam.

Dia mewajibkan semua orang menggunakan masker di dalam transportasi umum. Selain itu, restoran hanya diperbolehkan menawarkan layanan takeout pada malam hari.

Sponsored

Pada Minggu, Lam mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru termasuk rencana untuk mewajibkan penggunaan masker di dalam ruangan publik dan perintah bagi pegawai negeri untuk bekerja dari rumah.

Dia menambahkan, pejabat kesehatan tengah membangun 2.000 ruang isolasi di dekat resor Disneyland Hong Kong. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk memantau dan merawat para pasien Covid-19.

Karanita wilayah atau lockdown untuk mengekang penyebaran Covid-19 telah menambah beban ekonomi nasional. Lam pada Minggu meminta para tuan tanah untuk merendahkan harga sewa.

Lam menyebut bahwa para pejabat akan mencoba mencapai kesimbangan antara melindungi kesehatan warga dan menjaga agar perekonomian tetap berjalan.

Dia menuturkan, langkah-langkah pembatasan sosial lebih lanjut akan diluncurkan jika tingkat infeksi harian tidak menurun dalam beberapa hari mendatang.

Pihak berwenang menyatakan bahwa lingkup pengujian Covid-19 akan ditingkatkan, menargetkan populasi berisiko tinggi seperti pengemudi taksi dan pekerja restoran.

Beberapa infeksi baru telah melanda rumah perawatan lansia, penyebab utama kekhawatiran mengingat betapa mematikannya coronavirus bagi orang tua. (Channel News Asia)

Berita Lainnya