sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19 varian Omicron telah terdeteksi di Amerika Serikat

Meluasnya penyebaran varian Omicron pun membuat meningkatnya kekhawatiran atas dampak ke depannya.

Elmo Julianto
Elmo Julianto Kamis, 02 Des 2021 16:21 WIB
Covid-19 varian Omicron telah terdeteksi di Amerika Serikat

Kasus Covid-19 varian Omicron kian meluas. Per Kamis (2/12), sudah ditemukan di Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran atas dampaknya pun meningkat.

Bank sentral Jepang, misalnya, memperingatkan potensi permasalahan ekonomi ketika negara-negara merespons dengan langkah-langkah penahanan yang lebih ketat.

Kasus AS pertama diketahui berasal dari warga California, yang telah menerima dosis lengkap, saat kembali ke negaranya dari Afrika Selatan pada 22 November. Tujuh hari berselang, dia dinyatakan terpapar Omicron.

Presiden AS, Joe Biden, sedang merancang strategi nasional untuk memerangi Covid-19 pada musim dingin 2021. Sumber-sumber yang diberi pengarahan mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan negaranya adalah memperluas persyaratan bagi para wisatawan agar memakai masker hingga medio Maret 2022. 

Pengumuman resmi, menurut sumber itu, dikabarkan bakal disampaikan pada hari ini. Gedung Putih pun berencana menyampaikan aturan pengujian yang lebih ketat bagi pengunjung internasional.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), maskapai penerbangan di AS diminta menyerahkan nama penumpang yang datang dari selatan Afrika yang terkena Omicron, menurut surat 

Masih banyak yang belum diketahui tentang varian baru Covid-19 ini, yang kali pertama ditemukan di Afrika Selatan pada 8 November. Namun, kasusnya telah menyebar ke lebih dari 20 negara.

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Anthony Fauci, sebelumnya mengatakan, perlu waktu dua pekan atau lebih untuk mendapatkan wawasan tentang seberapa mudah Omicron menyebar, tingkat keparahan yang ditimbulkannya, dan apakah resistan pada vaksin yang tersedia.

Sponsored

Sementara itu, berdasarkan data epidemiologi awal yang disampaikan Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan, Omicron mampu menghindari beberapa kekebalan. Namun, vaksin tersedia masih dapat melindungi masyarakat dari dampak parah dan kematian.

Di sisi lain, ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Maria van Kerkhove, berharap, data tentang Omicron dapat tersedia dalam beberapa hari ke depan.

Adapun CEO BioNTech mengklaim, vaksin yang diproduksinya bersama Pfizer memberikan perlindungan optimal dari dampak parah saat terpapar Omicron.

Indikasi awal, Omicron disebut lebih menular dibandingkan varian sebelumnya, seperti Delta. (Reuters)

Berita Lainnya

Review Huawei Band 7, lebih tipis lebih ringan

Minggu, 14 Agst 2022 15:26 WIB

, : WIB

, : WIB

, : WIB
×
tekid