logo alinea.id logo alinea.id

Cuaca berawan, harga timun di Tokyo naik 70%

Sejak 27 Juni, Tokyo hanya mendapat sinar matahari selama kurang dari tiga jam per harinya.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 17 Jul 2019 14:00 WIB
Cuaca berawan, harga timun di Tokyo naik 70%

Cuaca berawan dan suhu dingin yang melanda Tokyo dalam beberapa pekan terakhir berimbas pada naiknya harga timun hingga 70%.

Sejak 27 Juni, Tokyo hanya mendapat sinar matahari selama kurang dari tiga jam per harinya. Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), durasi itu terendah sejak 1961.

Kurangnya sinar matahari dan suhu dingin memengaruhi pertanian di sebagian besar kepulauan Jepang. Menurut Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang, harga mentimun telah melonjak hingga 70%, sementara sayuran lain juga mengalami kenaikan dua digit di pusat grosir Tokyo.

Tetapi tidak semua sayuran merasakan dampak negatif dari cuaca buruk tersebut. Pasalnya, bawang merah, lobak putih dan wortel yang mayoritas tumbuh di Hokkaido justru mengalami penurunan harga karena pulau itu mendapat tingkat sinar matahari yang lebih normal.

Penyebab cuaca yang lebih dingin dan curah hujan tinggi adalah antisiklon di Laut Okhotsk, di lepas pantai timur Rusia, yang telah mendorong udara dingin dan lembab ke Jepang.

Biasanya, Jepang mengalami musim hujan antara akhir Juni dan awal Juli yang seharusnya sudah berakhir sekarang. Itu kemudian akan diikuti oleh cuaca panas selama dua bulan. Pola cuaca yang tidak umum ini juga memengaruhi penjualan pakaian musim panas.

Gelombang panas pada Juli 2018 menewaskan belasan warga Jepang dan menyebabkan ribuan lainnya dirawat di rumah sakit. Suhu tertinggi saat itu tercatat menyentuh 41 derajat Celcius.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 dan atlet-atlet yang akan berpartisipasi berharap musim panas yang lebih manusiawi ketika ajang olahraga itu berlangsung pada tahun depan. 

Sponsored

JMA memperkirakan Jepang akan tetap berawan hingga satu pekan ke depan. Mereka memperkirakan suhu akan kembali normal pada akhir Juli.

Sumber : The Guardian