sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Demo Breonna Taylor rusuh, dua polisi ditembak

Kekerasan terhadap warga kulit hitam tak bersenjata oleh petugas memicu kemarahan di seluruh AS.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 24 Sep 2020 19:23 WIB
Demo Breonna Taylor rusuh, dua polisi ditembak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Dua polisi di Amerika Serikat (AS) menjadi sasaran tembak saat unjuk rasa atas keputusan tidak menuntut petugas yang terkait dengan kematian warga kulit hitam, Breonna Taylor (26).

Taylor, seorang pekerja rumah sakit, ditembak beberapa kali ketika tiga petugas keamanan menggerebek rumahnya pada 13 Maret.

Hakim di Kota Louisville mendakwa salah satu petugas dengan tindakan berbahaya yang membahayakan atas tembakan yang mengenai apartemen tetangga. Namun, Jaksa Agung menganggap, tindakan dua petugas lainnya sebagai langkah yang perlu diambil untuk mengamankan situasi.

Salah satu petugas terkena tembakan oleh pacar Taylor, yang kemudian mengatakan kepada polisi, bahwa dia melepas tembakan karena mengira mantan pacar Taylor masuk ke apartemen.

Kasus pembunuhan orang kulit hitam tak bersenjata oleh polisi telah memicu kemarahan di seluruh AS dan sekitarnya, terutama dipicu tewasnya George Floyd dalam tahanan polisi di Minneapolis pada Mei.

Kepala Polisi Louisville, Robert Schroeder, mengatakan, petugas polisi yang ditembak saat protes pada Rabu (23/9) tidak terluka parah. "Seorang tersangka ditahan," tambahnya.

Keadaan darurat telah diumumkan di Louisville dan Garda Nasional juga telah dikerahkan untuk meredakan kerusuhan.

Wali Kota Greg Fischer pun menetapkan jam malam di Louisville selama tiga hari ke depan. Dia sebelumnya mengumumkan keadaan darurat karena adanya potensi kerusuhan sipil.

Sponsored

Meski jam malam diterapkan, kerumunan masih berkumpul setelah pukul 21.00. Gubernur Kentucky, Andy Beshear, pun mendesak pengunjuk rasa untuk pulang.

"Kami tahu bahwa jawaban atas kekerasan bukanlah kekerasan. Kami memikirkan dua petugas yang ditembak itu dan keluarganya malam ini. Jadi, saya meminta semua orang tolong pulanglah. Pulanglah malam ini," ucapnya.

Protes atas keputusan hakim juga digelar di New York, Washington, Atlanta, dan Chicago.

Kerabat Taylor dan aktivis kemanusiaan menyerukan kepada tiga petugas, yang semuanya berkulit putih, untuk didakwa dengan pasal pembunuhan atau pembantaian. Namun, ditolak dewan juri yang meninjau bukti kematian Taylor.

Ben Crump, pengacara keluarga Taylor, kecewa dengan keputusan akhir dan disebut keterlaluan. (BBC)

Berita Lainnya