logo alinea.id logo alinea.id

Dua bulan disandera, tiga WNI ABK yang diculik di Kongo bebas

Ketiga WNI ABK dibebaskan pada 2 Januari dan telah dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Valerie Dante
| Valerie Dante Kamis, 10 Jan 2019 09:58 WIB
Dua bulan disandera, tiga WNI ABK yang diculik di Kongo bebas

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal menyatakan tiga WNI Anak Buah Kapal (ABK) yang diculik di perairan Republik Kongo berhasil dibebaskan.

"Ketiga WNI itu bebas pada 2 Januari dan dibebaskan di wilayah Nigeria," jelas Iqbal di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (9/1).

Iqbal menambahkan, ketiga WNI tiba di Jakarta pada Jumat (4/1) dan telah dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Selain tiga WNI yang diculik, satu warga negara Ukraina yang merupakan kapten kapal tersebut juga sudah dibebaskan.

"Semua ABK kapal itu sudah bebas," lanjutnya.

Peristiwa penculikan ini bermula pada 29 Oktober 2018 setelah terjadi pembajakan terhadap kapal supply tug berbendera Singapura, ARK TZE. 

Pembajakan terjadi pada pukul 04.30 waktu setempat.

Menurut keterangan Kemlu RI pada 1 November 2018, pembajak menculik empat ABK dan memindahkan mereka ke kapal tanker berbendera Panama, Anuket Amber.

Sponsored

Diketahui bahwa kapal ARK TZE diawaki oleh 15 ABK, terdiri dari 12 WNI, dua warga negara Myanmar, serta 1 warga negara Ukraina. Sembilan WNI selamat dari penculikan tersebut dan telah dipulangkan pada awal November lalu.

Kebebasan tiga ABK ini menambah daftar panjang keberhasilan kerja Kemlu RI dalam upaya perlindungan WNI. Total sandera WNI yang telah dibebaskan selama empat tahun terakhir adalah 40 orang.