sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gemerlap Putin di Pilpres Rusia, 8 pelaku vandalisme ditangkap

Dari pelbagai video yang diposting di Telegram, beberapa orang yang merusak kotak suara dilaporkan meneriakkan slogan-slogan pro-Ukraina.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Sabtu, 16 Mar 2024 08:31 WIB
Gemerlap Putin di Pilpres Rusia, 8 pelaku vandalisme ditangkap

Pemilihan presiden Rusia dimulai pada hari Jumat (15/3) dengan segala kemegahannya – dan aksi protes yang tidak terduga.

Setelah lebih dari dua dekade berkuasa, Vladimir Putin akan mencari kemenangan besar untuk mendukung klaimnya bahwa rakyat Rusia mendukung dirinya dan perangnya di Ukraina.

Dikutip Politico, pemungutan suara selama tiga hari, yang puncaknya pada hari Minggu (17/3), lebih merupakan ujian kesetiaan aparat negara Rusia ketimbang sebagai jalan demokrasi.

Sejumlah orang telah ditahan karena aksi vandalisme di tempat pemungutan suara pada hari pertama pilpres, kata para pejabat Rusia.

Di antara insiden tersebut melibatkan pewarna hijau yang dituangkan ke dalam kotak suara, kotak-kotak suara dibakar, dan kembang api dinyalakan di dalam tempat pemungutan suara, media pemerintah melaporkan.

Menurut BBC, Putin pasti akan memenangkan enam tahun lagi masa jabatannya setelah pemungutan suara. Namun, para pejabat telah meminta aparat penegak hukum untuk waspada.

Hasil pemilu ini tidak diragukan lagi karena Putin tidak memiliki lawan yang kredibel, namun media milik pemerintah mengatakan bahwa jumlah pemilih telah mencapai 23% pada sore hari di Moskow.

Sebagian besar insiden dilaporkan di tempat pemungutan suara di Moskow, Voronezh di Rusia selatan, dan wilayah Karachay-Cherkessia di Kaukasus utara, menurut kantor berita negara Tass.

Sponsored

BBC Verify sejauh ini telah memverifikasi rekaman enam insiden di seluruh Rusia, termasuk video yang menunjukkan seorang wanita melemparkan bom molotov di dekat tempat pemungutan suara di St. Petersburg.

Video terautentikasi lainnya menunjukkan cat dituangkan ke dalam kotak suara di berbagai TPS. Dalam salah satu foto, seorang wanita terlihat menuangkan cairan berwarna hijau terang ke dalam sebuah kotak di Moskow. Video lainnya menunjukkan kebakaran terjadi di bilik suara.

Rusia juga telah memberlakukan pemungutan suara di wilayah pendudukan Ukraina - di kota kecil Skadovsk, para pejabat yang ditunjuk Rusia mengatakan sebuah bom rakitan meledak di tempat sampah di depan tempat pemungutan suara, namun tidak ada yang terluka.

Setidaknya delapan orang ditangkap meskipun para pejabat belum mengatakan apakah tindakan vandalisme tersebut merupakan protes terhadap Putin.

Dari pelbagai video yang diposting di Telegram, beberapa orang yang merusak kotak suara dilaporkan meneriakkan slogan-slogan pro-Ukraina.

Wakil ketua Komite Pemilihan Umum Pusat Rusia, Nikolay Bulayev, mengatakan pada hari Jumat ada lima insiden yang melibatkan cairan yang dituangkan ke dalam kotak suara.

Menurut kantor berita Interfax, cairan tersebut adalah pewarna zelyonka (“hijau cemerlang” dalam bahasa Inggris), yang merupakan larutan antiseptik, namun telah digunakan dalam protes di Rusia dan Ukraina.

Ketua KPU Ella Pamfilova menggambarkan para penyabot tersebut sebagai "bajingan" dan mengatakan beberapa dari mereka yang ditahan karena merusak kotak-kotak berisi pewarna mengakui bahwa mereka melakukannya demi uang. Mereka bisa dipenjara hingga lima tahun, tambahnya.

"Salah satu dari mereka yang ditahan telah dijanjikan 100.000 rubel (Rp16,8 juta)," kata Ella.

Yulia Navalnaya, janda dari kritikus Putin paling vokal, telah meminta lawan-lawan Kremlin untuk datang secara massal ke tempat pemungutan suara pada Minggu siang untuk memprotes pemilu tersebut. Suaminya, Alexei Navalny, meninggal mendadak di Penjara Arktik bulan lalu.

Navalnaya telah mendesak Barat untuk tidak mengakui masa jabatan kelima Putin sebagai presiden dan sekretaris jenderal NATO mengatakan pemungutan suara tidak akan bebas dan adil.(politico,bbc)

Berita Lainnya
×
tekid