logo alinea.id logo alinea.id

Istri Emir Uni Emirat Arab cari suaka di Inggris

Putri Haya kelahiran Yordania menikah dengan Syekh Mohammed pada 2004, menjadikannya istri keenam penguasa itu.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 03 Jul 2019 09:32 WIB
Istri Emir Uni Emirat Arab cari suaka di Inggris

Putri Haya binti al-Hussein, istri dari Perdana Menteri Uni Emirat Arab sekaligus Emir Dubai Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, dilaporkan melarikan diri dari suaminya dan sekarang sedang bersembunyi di London, Inggris.

Syekh Mohammed yang merupakan miliarder pemilik bisnis pacuan kuda, mengunggah puisi yang mengungkapkan amarahnya di Instagram. Puisi itu diduga menyebut istrinya sebagai wanita yang telah berkhianat dan berbohong.

Putri Haya kelahiran Yordania menikah dengan Syekh Mohammed pada 2004, menjadikannya istri keenam penguasa itu. Syekh Mohammed dilaporkan memiliki 23 anak dari sejumlah istrinya.

Awalnya beberapa waktu lalu Putri Haya melarikan diri untuk mencari suaka di Jerman. Haya, yang dekat dengan keluarga kerajaan Inggris, kini dikabarkan tinggal di rumah seharga US$107 juta di Kensington Palace Gardens, pusat London.

Dia dikabarkan sedang mempersiapkan gugatan hukum di Pengadilan Tinggi di London, kasus itu akan dibahas di persidangan pada akhir Juli.

Sejumlah sumber yang dekat dengan Putri Haya mengatakan bahwa baru-baru ini, dia mengetahui fakta-fakta mengkhawatirkan di balik kembalinya Putri Latifa ke Dubai pada 2018.

Putri Latifa merupakan salah satu anak perempuan Syekh Mohammed yang melarikan diri dari Uni Emirat Arab dengan bantuan warga Prancis. Namun, dia berhasil dicegat di lepas pantai India dan dipaksa kembali ke Dubai.

Pihak berwenang Dubai menyatakan telah mengamankan Latifa di Dubai. Namun, para pembela hak asasi manusia mengatakan dia diculik secara paksa melawan kehendaknya.

Sponsored

Sejak itu, diduga Putri Haya telah mengetahui fakta-fakta terkait kasus pelarian tersebut dan akibatnya mendapat tekanan dari anggota keluarga suaminya hingga dia tidak lagi merasa aman di sana.

Seorang sumber yang dekat dengan Putri Haya mengatakan dia khawatir akan diculik dan secara paksa dibawa kembali ke Dubai.

Melihat fakta bahwa dua bangsawan telah melarikan diri, Kepala Eksekutif Detained in Dubai Radha Stirling mengkhawatirkan situasi di Uni Emirat Arab.

"Kita tahu bahwa Putri Latifa melarikan diri dari rumahnya untuk mencari suaka dan mengklaim mengalami pelecehan. Kini, Putri Haya juga meninggalkan negara itu. Jelas ini menimbulkan pertanyaan serius tentang apa yang mendorongnya untuk melarikan diri," tutur Stirling.

Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di London menolak untuk mengomentari apa yang mereka katakan sebagai masalah pribadi antara dua individu. Kedubes membantah bahwa pihaknya terlibat dalam diskusi terkait keberadaan Putri Haya di Inggris.

"Pemerintah Uni Emirat Arab tidak berniat mengomentari tuduhan tentang kehidupan pribadi dua individu," tegas seorang juru bicara Kedubes Uni Emirat Arab.

Walaupun persoalan ini menyoroti persoalan rumah tangga, tetap ada elemen internasional yang lebih luas di dalamnya.

Putri Haya, yang menempuh pendidikan di Oxford University, diperkirakan akan menetap di Inggris dan tidak bersedia pulang ke suaminya.

Jika Syekh Mohammed menuntut Putri Haya untut pulang, maka itu dapat menimbulkan persoalan diplomatik dengan Inggris yang memiliki hubungan dekat dengan Uni Emirat Arab.

Kasus ini juga dapat memengaruhi hubungan Uni Emirat Arab dengan Yordania. Pasalnya, Putri Haya merupakan saudara tiri Raja Yordania Abdullah II. (BBC dan The Guardian)