logo alinea.id logo alinea.id

Jelang 22 Mei, 5 kedubes asing rilis peringatan perjalanan

Kelima misi diplomatik asing tersebut adalah Amerika Serikat, Australia, Belanda, Malaysia, dan Singapura.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 20 Mei 2019 10:32 WIB
Jelang 22 Mei, 5 kedubes asing rilis peringatan perjalanan

Sejumlah kedutaan besar asing di Jakarta merilis peringatan perjalanan atau travel advisory bagi warganya di Indonesia menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada Rabu (22/5).

Pada Jumat (17/5), melalui pernyataan tertulis yang tertera di situs resminya, Kedutaan Besar Amerika Serikat meminta warganya yang berada atau menetap di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya untuk menghindari area demonstrasi dan memantau perkembangan situasi lewat media lokal.

Di hari yang sama, Kedutaan Besar Singapura juga menerbitkan peringatan perjalanan mengenai kemungkinan demonstrasi berujung ricuh pada 22 Mei.

"Warga Singapura di Indonesia disarankan untuk menghindari daerah-daerah dengan massa yang besar dan memonitor media lokal secara saksama," jelas pernyataan yang dirilis di situs resmi Kedubes Singapura seperti dilansir Alinea.id pada Senin (20/5).

Imbauan serupa dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Belanda pada Sabtu (18/5). Kedubes Belanda mengimbau warganya di Indonesia untuk waspada terhadap risiko kerusuhan.

"Menjelang pengumuman pilpres pada 22 Mei ... ada risiko kerusuhan, terutama di kota-kota besar di Indonesia. Tetap ikuti informasi tentang perkembangan terbaru melalui media lokal," jelas Kedubes Belanda melalui situs resminya.

Kedubes Belanda meminta agar warganya menghindari pusat perbelanjaan, titik demonstrasi dan area dengan kerumunan besar.

Selain itu, warga Belanda di Jakarta diimbau untuk menghindari kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mahkamah Konstitusi, Istana Negara, Bundaran HI, dan Gedung MPR/DPR.

Sponsored

Pada Sabtu, Kedutaan Besar Malaysia pun mengimbau warganya untuk menghindari lokasi-lokasi yang dikabarkan akan menjadi titik demonstrasi.

"Warga Malaysia di Indonesia diminta untuk menghindari kawasan-kawasan demonstrasi. Warga Malaysia juga kami imbau untuk mematuhi perintah otoritas keamanan setempat dan mengikuti perkembangan terkini dari laporan media lokal," jelas pernyataan Kedubes Malaysia melalui Twitter.

Kedutaan Besar Australia mengeluarkan peringatan perjalanan serupa pada Sabtu. Mereka menuturkan bahwa pihak berwenang Indonesia secara terbuka menyatakan ada peningkatan risiko kekerasan dan kemungkinan tindakan terorisme menjelang dan usai pengumuman hasil Pemilu 2019.

"Polisi telah menyatakan secara terbuka bahwa para teroris merencanakan serangan yang berkaitan dengan pengumuman KPU," jelas Kedubes Australia di laman resminya.

Kedubes juga menuturkan bahwa personel keamanan akan dikerahkan ke lokasi demonstrasi, oleh karena itu warga Australia diminta untuk menghindari area-area tertentu.

"Hindari area protes dan demonstrasi karena ada kemungkinan aksi mereka dapat secara tiba-tiba berubah menjadi penuh kekerasan," tulis peringatan itu.

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Rabu, 17 Jul 2019 20:50 WIB
Jalan sunyi seorang perias jenazah

Jalan sunyi seorang perias jenazah

Selasa, 16 Jul 2019 18:23 WIB