sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah korban tewas Topan Hagibis di Jepang jadi 66 orang

Lebih dari 200 orang terluka akibat Hagibis, topan terkuat yang melanda Jepang dalam beberapa dekade terakhir.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 15 Okt 2019 12:01 WIB
Jumlah korban tewas Topan Hagibis di Jepang jadi 66 orang

Korban tewas akibat Topan Hagibis yang melanda Jepang naik menjadi 66 orang pada Selasa (15/10), ketika tim penyelamat meneruskan upaya menggali puing-puing dan lumpur bekas tanah longsor dan banjir.

Media lokal, NHK, melaporkan bahwa 15 orang masih dinyatakan hilang tiga hari setelah Topan Hagibis menghantam Jepang bagian tengah dan timur.

Lebih dari 200 orang terluka akibat Hagibis, topan terkuat yang melanda Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Sekitar 138.000 rumah masih tidak memiliki akses air sementara 24.000 lainnya belum memiliki daya listrik.

Korban tewas tertinggi tercatat dari Prefektur Fukushima, di mana tanggul-tanggul jebol di setidaknya 14 tempat di sepanjang Sungai Abukuma.

Setidaknya 25 orang tewas di Fukushima, termasuk seorang ibu dan anaknya yang terperangkap dalam banjir. Para korban yang selamat menggambarkan bagaimana air naik begitu cepat hingga ke ketinggian dada dalam jangka waktu satu jam, membuat orang-orang sulit melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

NHK menyebut mayoritas korban tewas di Fukushima merupakan lansia.

Penduduk di Koriyama, salah satu kota besar di Fukushima, mengatakan mereka tidak menyangka akan dilanda banjir separah itu. Polisi berupaya menggeledah seluruh rumah untuk memastikan tidak ada orang yang tertinggal atau membutuhkan bantuan.

Sebelumnya, otoritas setempat memperingatkan publik atas bahaya banjir dan sejumlah warga diungsikan ke beberapa sekolah dasar.

Sponsored

Raksasa elektronik, Panasonic, mengatakan banjir telah merusak pabriknya di Koriyama. Sementara itu sejumlah produsen mobil yakni Nissan, Honda, Subaru dan Toyota menyatakan tidak ada kerusakan besar pada pabrik mereka.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperingatkan bahwa kerusakan akibat Topan Hagibis akan memengaruhi ekonomi negara itu.

"Pemerintah pusat akan terus melakukan segala cara sehingga para korban dapat kembali ke kehidupan normal mereka sesegera mungkin," kata Abe kepada parlemen.

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pemerintah akan menggunakan dana pemulihan bencana sebesar US$4,6 miliar. Dia menyebut, jumlah itu dapat ditambah jika diperlukan.

Ribuan polisi, petugas pemadam kebakaran dan personel militer dikerahkan untuk mencari orang-orang yang hilang.

Curah hujan diperkirakan akan berkurang pada Selasa dan laporan media lokal menyatakan bahwa di beberapa daerah, suhu akan turun secara drastis.

Sumber : Reuters