sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ke Israel, Menlu AS berbincang soal isu aneksasi Tepi Barat

AS menegaskan bahwa langkah aneksasi harus dilakukan sesuai dengan rencana perdamaian Trump.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 14 Mei 2020 14:25 WIB
Ke Israel, Menlu AS berbincang soal isu aneksasi Tepi Barat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Rabu (13/5) berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang kompleksitas rencana aneksasi Tepi Barat yang diduduki Israel. Pompeo menekankan bahwa langkah tersebut harus dilakukan sesuai dengan rencana perdamaian Donald Trump.

Pembicaraan Pompeo dan Netanyahu berlangsung sehari sebelum peresmian pemerintahan baru Israel.

Pemerintahan baru Israel pada Juli berencana untuk memulai debat terkait perluasan kedaulatan ke pemukiman Israel dan Lembah Yordania yang strategis di Tepi Barat, wilayah yang direbut Israel dalam Perang 1967.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Israel, Hayom, Pompeo menuturkan bahwa langkah terkait dengan Tepi Barat adalah keputusan yang berhak diambil pemerintahan Israel. Tetapi, Pompeo menuturkan, masalah itu rumit dan membutuhkan koordinasi dengan Washington, yang telah membentuk tim bersama dengan Israel untuk memetakan garis wilayah baru di Tepip Barat sesuai dengan rencana perdamaian yang diluncurkan Trump.

Pompeo mengungkapkan bahwa dia dan Netanyahu juga berbicara tentang sejumlah isu terkait lainnya, termasuk bagaimana memastikan semua langkah sesuai dengan rencana Trump.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS membantah bahwa tujuan dari kunjungan sehari Pompeo ke Israel untuk merundingkan aneksasi.

Palestina sejak semula telah menolak rencana perdamaian Trump, di mana sebagian besar pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang ilegal akan dimasukkan ke dalam wilayah Israel.

Rencana perdamaian ala Trump berupaya menciptakan sebuah negara Palestina di yang berada di bawah kendali keamanan Israel.

Sponsored

Dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Rabu malam, Presiden Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Palestina akan meninjau perjanjian perdamaian mereka dengan Israel dan perjanjian dengan AS jika Israel mencaplok Tepi Barat.

"Kami akan meminta pemerintah AS dan Israel bertanggung jawab atas seluruh konsekuensinya," tutur Abbas.

Palestina menginginkan Tepi Barat sebagai salah satu wilayah negara masa depannya. Palestina menganggap pemukiman Israel ilegal menurut hukum internasional, seperti halnya sebagian negara lainnya di dunia. Namun, Israel dan pemerintahan Trump menepis pandangan tersebut.

Para pemimpin Palestina telah memperingatkan bahwa aneksasi dapat merusak kerja sama yang saat ini sudah terbatas antara berbagai pihak, sementara lonjakan kekerasan terjadi di Tepi Barat.

Pada Rabu, pasukan Israel membunuh seorang remaja Palestina dalam serangan di dekat Kota Hebron. Demikian diungkapkan Kementerian Kesehatan Palestina. 
Militer Israel mengatakan bahwa orang-orang Palestina telah melempar batu dan bom api ke arah para prajurit, sedikit melukai salah satunya.

Sehari sebelumnya, seorang pelempar batu Palestina menewaskan seorang tentara Israel yang mengambil bagian dalam serangan penangkapan di dekat Kota Jenin.

Palestina sendiri telah mencoba menggalang negara-negara Eropa untuk menentang aneksasi Israel. Prancis mendorong Uni Eropa untuk mempertimbangkan langkah-langkah sanksi ekonomi jika Israel menyatakan kedaulatannya di Tepi Barat.

Negara-negara Arab, termasuk Yordania dan Mesir, pun telah memperingatkan Israel atas upaya aneksasi. Keduanya merupakan tetangga Israel sekaligus di antara negara Arab yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Berita Lainnya