sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kebakaran hutan Australia hanguskan 3 kediaman WNI

Dua WNI yang terdampak kebakaran hutan di Australia tinggal di New South Wales, sementara satu lainnya di Melbourne.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 08 Jan 2020 11:31 WIB
Kebakaran hutan Australia hanguskan 3 kediaman WNI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 3293
Dirawat 2761
Meninggal 280
Sembuh 252

Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo menyatakan, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kebakaran hutan di Negeri Kanguru. Namun, tiga WNI menderita kerugian materiel karena tempat tinggalnya terbakar habis.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, ada dua WNI di New South Wales yang kediamannya terbakar. Mereka telah dievakuasi ke tempat yang aman," tutur Dubes Kristiarto di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (7/1).

Selain itu, seorang WNI di Melbourne juga kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hutan yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Para pejabat Australia mengatakan, hampir 2.000 rumah hancur dalam krisis kebakaran hutan tersebut. Setidaknya 25 orang tewas dan jutaan hewan mati sejak September.

Kristiarto menyatakan bahwa seluruh perwakilan Indonesia di Australia telah menyampaikan imbauan agar WNI tetap waspada dan mengikuti saran yang sudah disampaikan pemerintah setempat.

Dia menyebut, jumlah keseluruhan WNI di Australia berkisar antara 66.000 hingga 70.000.

"Jumlah itu dinamis karena sebagian besar dari mereka adalah pelajar. Ada yang sudah tamat sekolah dan kembali ke Indonesia, ada yang baru datang untuk memulai studi," lanjut dia.

Dubes Kristiarto menjelaskan bahwa sebagian besar WNI tinggal di perkotaan seperti Sydney, Perth, Melbourne, dan Canberra.

Sponsored

Sementara itu, wilayah yang paling terdampak kebakaran hutan berada di kawasan pedesaan seperti di New South Wales di bagian pantai selatan Australia.

"Wilayah-wilayah yang menjadi pusat tempat tinggal WNI bisa dikatakan sebagian besar tidak terdampak. Hal ini karena mereka memang tinggal di wilayah perkotaan, hanya segelintir yang menetap di pedesaan," jelas Kristiarto.

Dia mengatakan bahwa KBRI Canberra secara saksama mengikuti perkembangan kondisi kebakaran hutan di Australia.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, tambahnya, sudah memanggil perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan menyampaikan bahwa Indonesia siap membantu seandainya ada hal yang dibutuhkan Canberra untuk menghadapi bencana tersebut.

"Indonesia menyampaikan kesiapan untuk membantu, tapi tentunya kita perlu mendengar apa yang Australia butuhkan karena mereka yang paling tahu kondisi di negeri sendiri," tutur dia.

Berita Lainnya