sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemlu berhasil pulangkan seluruh WNI peserta tablig akbar di India

Sejak awal pandemik Covid-19 pada 2020, 751 WNI peserta tablig akbar tertahan kepulangannya dan mengalami permasalahan hukum di India.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 27 Mar 2021 12:10 WIB
Kemlu berhasil pulangkan seluruh WNI peserta tablig akbar di India
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kementerian Luar Negeri RI dan perwakilan Indonesia di India kembali memfasilitasi repatriasi 16 WNI yang merupakan peserta tablig akbar di India.

Menurut keterangan resmi Kemlu RI pada Sabtu (27/3), mereka tiba dengan selamat di Jakarta pada Jumat (26/3) menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.

Selanjutnya, para WNI yang baru tiba menjalani tes PCR dan masa karantina selama lima hari sesuai dengan protokol kesehatan.

Para WNI tersebut termasuk anggota Tablighi Jamaat yang berada di India sejak Maret 2020. Tablig akbar yang digelar di Nizamuddin, New Delhi, itu dikaitkan dengan ribuan kasus infeksi Covid-19 di India.

Pemulangan tersebut merupakan gelombang terakhir dari penanganan 751 WNI anggota Tablighi Jamaat yang telah dilakukan oleh Kemlu RI sejak 2020. Dari jumlah tersebut, satu meninggal di India karena sakit dan dua WNI lainnya memutuskan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi karena memiliki Iqomah atau izin tinggal di negara tersebut.

Sejak awal pandemik Covid-19 pada 2020, 751 WNI peserta tablig akbar tertahan kepulangannya dan mengalami permasalahan hukum.

Kemlu RI bekerja sama dengan KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai, secara intensif memberikan pelindungan berupa akses kekonsuleran, pendampingan hukum,  pemberian bantuan logistik, sheltering, serta berbagai pendekatan diplomatik kepada otoritas terkait di India.

Dengan dipulangkannya 16 WNI anggota Tablighi Jamaat, Kemlu RI menyatakan bahwa saat ini sudah tidak terdapat lagi WNI peserta tablig akbar yang masih tertahan dan bermasalah hukum di India.

Sponsored
Berita Lainnya