sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kemlu RI: Isu oposisi Kamboja tak pernah dibahas di ASEAN

Tokoh oposisi Kamboja Sam Rainsy dikabarkan tengah berkunjung ke Jakarta.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 14 Nov 2019 18:54 WIB
Kemlu RI: Isu oposisi Kamboja tak pernah dibahas di ASEAN
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Jose Tavares mengatakan bahwa persoalan mengenai pergerakan tokoh oposisi Kamboja di kawasan tidak pernah dibahas di lingkup ASEAN.

"Di ASEAN sendiri belum pernah diangkat atau dibahas," jelas dia usai acara 'ASEAN Diplomatic Gathering: Update from the Region' di Kemlu RI, Jakarta, pada Kamis (14/11).

Dia menyebut, sesama negara anggota ASEAN tidak bisa sembarang masuk atau mencampuri urusan negara anggota lainnya.

"Kita menghormati masalah dalam negeri masing-masing, meski bukan berarti sepenuhnya kita tidak menyinggung, contohnya seperti isu pengungsi di Myanmar kan kita bantu juga," jelas dia.

ASEAN, lanjutnya, akan melihat isu mana yang dapat memengaruhi perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Tapi kalau ada orang berkunjung ke sini, apa kaitannya dengan prinsip nonintervensi?," tutur Jose, merujuk pada kabar bahwa tokoh oposisi Kamboja, Sam Rainsy, berkunjung ke Jakarta.

Pada Kamis, Wakil Ketua Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) Mu Sochua mentwit bahwa Rainsy telah mendarat di Jakarta.

"Sam Rainsy pada pagi ini mendarat di Jakarta dengan aman. Akan bertemu anggota parlemen Indonesia," twit Mu.

Sponsored

Jose sendiri mengaku tidak mengetahui kabar kunjungan Rainsy ke Jakarta.

"Saya baru dengar kabar itu. Kalau dia datang sebagai individu, ya bagi kita, dia sama seperti individu lainnya," jelas Jose.

Pada Rabu (13/11), Al Jazeera melaporkan bahwa Malaysia Airlines mengklaim telah melarang Rainsy terbang ke Jakarta dengan pesawat mereka atas instruksi pihak berwenang Indonesia.

"Malaysia Airlines melarang penumpang tersebut menaiki penerbangan kami di bawah instruksi pihak berwenang Indonesia," jelas maskapai tersebut dalam pernyataanya.

Rainsy, yang mengasingkan diri dan menetap di Prancis, berada di Malaysia sejak akhir pekan lalu. Awalnya, dia mengatakan akan pulang ke Kamboja pada Sabtu (9/11) untuk menyelamatkan demokrasi negara itu yang terancam.

Rainsy mengatakan dia ingin menggalang dukungan untuk oposisi Kamboja di Malaysia. Dia diizinkan masuk ke Malaysia setelah upaya sebelumnya untuk terbang ke Thailand dari Paris dibatalkan karena dia dilarang menaiki pesawat Thai Airways.

Al Jazeera juga melansir pernyataan juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia Sam Fernando yang menyebutkan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan permintaan untuk melarang Rainsy memasuki Indonesia.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade, menilai usaha Rainsy untuk pulang pada 9 November merupakan upaya kudeta.

Berita Lainnya