Dunia / Peristiwa dunia

Kronologi 12 anak dan pelatih sepak bola Thailand terjebak di dalam gua

Setelah 18 hari terperangkap di dalam gua, 12 anak dan pelatih sepak bola remaja Thailand berhasil diselamatkan.

Kronologi 12 anak dan pelatih sepak bola Thailand terjebak di dalam gua Regu penyelamat berhasil membebaskan semua anak dan pelatih sepak bola dari dalam gua pada Selasa (10/7). Kasus ini menyedot perhatian dunia lantaran anak-anak itu terjebak hingga lebih dari dua pekan. / cbc.ca

Setelah 18 hari terperangkap di dalam gua, 12 anak dan pelatih sepak bola remaja Thailand berhasil diselamatkan. 

Regu penyelamat berhasil membebaskan semua anak dan pelatih sepak bola dari dalam gua pada Selasa (10/7). Kasus ini menyedot perhatian dunia lantaran anak-anak itu terjebak hingga lebih dari dua pekan.

Tim sepak bola "Wild Boars" yang berusia antara 11 hingga 16 tahun, dan pelatih mereka yang berusia 25 tahun, terperangkap sejak 23 Juni 2018. Mereka tengah menjelajahi kompleks gua di Provinsi Chiang Rai bagian utara, Thailand, saat hujan turun mengguyur terowongan.

Sebanyak 12 anak dan pelatih klub sepak bola Moo Pa atau Wild Boars (celeng liar) ditemukan selamat terjebak di dalam gua (Financialexpress.com)

"Kami tidak yakin apakah ini mukjizat, sains, atau apa. Semua tiga belas Wild Boars sekarang keluar dari goa," kata unit angkatan laut yang memimpin penyelamatan dilansir dari laman Facebook, dia menambahkan semua selamat.

Penyelam asal Inggris menemukan 13 orang di dalam gua tengah kelaparan dan berkumpul dalam kegelapan. Gua tersebut berlumpur dan sebagian terendam air beberapa kilometer di dalam kompleks gua Tham Luang, pada Senin pekan lalu.

Setelah mencari cara mengeluarkan 13 orang dari dalam gua selama berhari-hari, operasi penyelamatan dimulai pada Minggu (8/7). Saat itu, empat anak laki-laki berhasil dikeluarkan dari dalam goa dengan cara diikat dan dibawa oleh penyelam.

Empat orang anak diselamatkan pada Senin (9/7) dan kemudian empat lagi beserta pelatih pada Selasa (10/7). Setelah raungan sirine ambulans dan helikopter berlalu untuk membawa korban, tepuk tangan bahagia membahana.

Perayaan diwarnai dengan kesedihan lantaran tewasnya mantan penyelam angkatan laut Thailand. Dia meninggal pada Jumat pekan lalu saat mengirimkan makanan ke dalam gua.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih karena membantu anak-anak itu bertahan selama ini," kata seorang wanita warga Chiang Rai dengan mata berkaca-kaca.

"Saya ingat semua wajah mereka, terutama yang termuda. Dia yang terkecil dan tidak memiliki pengalaman sebanyak yang lain. Saya merasa seperti dia adalah anak-anak saya sendiri yang ingin pulang."

Tim penyelamat mengeluarkan lima tandu terakhir, satu per satu sepanjang hari Selasa. Selanjutnya, korban diterbangkan menggunakan helikopter ke rumah sakit.

Ketua tim misi penyelamatan Narongsak Osottanakorn mengatakan kepada wartawan saat akhir misi 17 hari tersebut disambut tepuk tangan di media center. 

Dia menegaskan, seorang penyelam medis dan semua angkatan laut Thailand yang terlibat dalam misi penyelamatan juga telah meninggalkan gua dengan aman.

"Tidak ada yang berpikir kami bisa melakukannya. Itu pertama di dunia. Itu adalah mission possible untuk Thailand," kata dia.

Gambar gua di Tham Luang atau Tham Luang Khun Nang Non terletak di Provinsi Chiang Rai, berada di bawah Gunung Doi Nang Non di perbatasan Thailand dan Myanmar. Gua ini merupakan salah satu yang terpanjang di Thailand, yakni mencapai 10 kilometer. (abc.net.au)

Kronologi awal

Remaja berusia 11-16 tahun dan pelatih sepak bola tengah melakukan penjelajahan ke gua-gua di Tham Luang, Sabtu (30/6). Namun, penjelajahan berujung kabar yang menyita perhatian dunia.

Hujan mengguyur dengan deras. Air hujan membanjiri gua yang memiliki terowongan sempit. Mereka terperangkap di dalam gua dan dinyatakan hilang.

Mereka adalah anggota klub bola Moo Pa atau Wild Boars (celeng liar). Asisten pelatih Ekkapol Janthawong (25) sesekali mengajak anggota klub untuk perjalanan, termasuk menjelajah gua.

Ketigabelas orang yang terjebak di dalam gua itu harus kelaparan selama 9 hari sebelum ditemukan hidup pada Senin (2/7). Bocah-bocah dan pelatihnya itu menyelamatkan diri di gundukan kering di atas permukaan air di dalam gua.

Dua penyelam Inggris terbang ke Thailand untuk bergabung dengan tim penyelamat yang telah berhasil menemukan 13 orang itu pada Senin malam. Sebuah video yang dirilis di laman Facebook satuan khusus Angkatan Laut Thailand Navy Seals, menggambarkan percakapan antara penyelam dan anak-anak di dalam gua.

Dengan bantuan sinar dari senter, mereka terlihat duduk di atas gundukan di atas permukaan air dan menjawab pertanyaan kedua penyelam serta mengatakan amat lapar.

Penyelam mengatakan mereka masih harus menunggu namun orang-orang masih akan datang lagi dan salah seorang anak menjawab: 'Oh. Sampai jumpa besok'.

Bersyukur, kini seluruh korban telah diselamatkan oleh regu penyelamat dan tengah dirawat di rumah sakit setempat. 

Cara penyelamatan korban di dalam gua Tham Luang yang merupakan gua tersulit untuk dijelajahi karena memiliki lorong-lorong sempit dan berliku tajam. (express.co.uk)

Sumber: Reuters


Berita Terkait