close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Imran Khan saat melakukan pidato perdananya saat menjabat sebagai PM Pakistan / Press Information Department (PID)/Handout via REUTERS
icon caption
Imran Khan saat melakukan pidato perdananya saat menjabat sebagai PM Pakistan / Press Information Department (PID)/Handout via REUTERS
Dunia
Jumat, 04 November 2022 16:06

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan terkena luka tembak

Dia juga dipukul di bagian bawah tubuhnya dan untungnya hal tersebut tidak terlalu membahayakan.
swipe

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, diduga menjadi korban penyerangan saat seseorang menembakkan kendaraannya. Kejadian tersebut bukan hanya melanda Amir, namun juga para pengawalnya yang saat itu sedang mengawal mantan Perdana Menteri Pakistan tersebut. Selain tembakkan, ia juga mengaku dipukul di bagian bawah tubuhnya dan untungnya hal tersebut tidak terlalu membahayakan.

Akibat dari kejadian ini Khan dilarikan ke rumah sakit di wilayah Lahore untuk mendapatkan perawatan dari insiden ini. Diketahui juga jumlah rombongan Imran Khan saat kejadian tersebut berjumlah sekitar setengah lusin menjadi korban juga akibat penyerangan ini. Para rombongan ini menderita luka-luka akibat serangan tersebut.

"Jika penembak tidak dihentikan oleh orang-orang di sana, seluruh pimpinan PTI akan musnah," kata Fawad Chaudhry selaku Menteri komunikasi dan Penyiaran Pakistan kepada kantor berita Reuters. Penembakan ini sendiri terjadi di Wazirabad, tepatnya di Provinsi Punjab.

Pada saat tragedi tersebut orang-orang berkerumun untuk melihat keadaan Imran Khan yang saat tersebut menjadi korban. Reaksi para orang-orang tersebut langsung mencari dan menangkap pelaku penembakan agar bisa diserahkan kepada pihak yang berwenang. Peristiwa ini juga terjadi di fasilitas umum dan membuat orang – orang langsung bisa tanggap memberikan bantuan.

Sebelumnya Imran Khan sedang melakukan pawai protes yang berisi kepada pemerintah untuk mengadakan pemilihan umum lebih awal. Khan juga pernah sempat diklaim sebagai teroris akibat menjadi tokoh pemecah belah yang ada di negara tersebut. Walaupun begitu, Khan juga masih tetap melakukan aspirasinya. Alhasil inilah membuat ketegangan yang cukup tinggi di negara tersebut.

Tuduhan tersebut juga diajukan karena sebelumnya Khan mengancam akan menuntut polisi, seorang hakim Wanita dan mengklaim seorang pembantu dekatnya disiksa setelah penangkapannya. Hal tersebut membuat rumitnya keadaan geoplitik yang ada di negara tersebut. Kejadian ini juga dianggap sebagai puncak adanya isu pecah belah di negara tersebut.

Sebelumnya juga pada akhir pekan lalu seorang jurnalis wanita yang bernama Sadaf Naeem tewas. Ia sendiri tewas akibat sedang melakukan liputan pawai kampanye Khan saat itu. Sadaf Naeem sendiri tewas karena tergelincir dari sebuah truk yang membawa Khan pada saat acara tersebut.

img
Raihan Putra Tjahjafajar
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan