sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu: Gerakan Non Blok masih berutang pada Palestina

Menlu mendesak GNB satu suara mendukung status Palestina sebagai negara.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Rabu, 23 Jun 2021 09:45 WIB
Menlu: Gerakan Non Blok masih berutang pada Palestina

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi menyebut tindakan kekerasan Israel sudah rutin dan akan terus berlangsung jika dunia tidak dapat menemukan solusi masalah, yaitu penghentian pendudukan Israel atas Palestina.

Hal itu disampaikan Menlu Retno saat menghadiri Pertemuan Lu​ar Biasa Komite Gerakan Non Blok (GNB) mengenai Palestina, secara virtual, Selasa (22/6). Forum ini digelar atas inisiasi Indonesia.

Pada forum itu Menlu juga menegaskan bahwa tujuan pendirian GNB adalah untuk mengakhiri imperialisme dan kolonialisme. Oleh karena itu, GNB masih berutang kepada rakyat Palestina sebuah negara yang merdeka dan setara dengan negara-negara lain.

“Perjuangan kita masih jauh dari selesai, namun dengan bekerja sama, saya yakin suatu hari Palestina akan merdeka,” ujar Retno dalam keterangan tertulis Kemlu.

Pada kesempatan itu, Menlu juga mendesak GNB agar mendukung pelaksanaan negosiasi multilateral yang kredibel sebagai satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya kembali kekerasan-kekerasan Israel. "Telah lama sekali tidak ada negosiasi damai yang substantif antara Israel dan Palestina,” bebernya.

Ia memandang jumlah besar negara anggota GNB merupakan sebuah kekuatan. Untuk itu Menlu mendesak GNB satu suara untuk mendukung status Palestina sebagai negara. “Kita juga harus mendorong negara-negara GNB dan komunitas internasional lainnya yang belum mengakui Palestina sebagai negara untuk segera mengakui,” paparnya.

Terakhir, Retno menyampaikan bahwa dalam Pertemuan Majelis Umum PBB pada Mei 2021, Indonesia telah mengusulkan pembentukan kehadiran internasional (international presence) di Al-Quds. Tujuannya, untuk memonitor dan memastikan keselamatan rakyat Palestina di wilayah pendudukan serta menjaga status Al-Haram Al-Sharif sebagai entitas terpisah yang menjadi situs suci tiga agama.

Untuk itu, Indonesia mengharapkan GNB juga melakukan usulan yang sama untuk mencegah terulangnya kebrutalan Israel. “Negara anggota GNB yang menjadi anggota DK PBB harus menjadi yang terdepan dalam mendorong inisiatif ini,” ujarnya.

Sponsored
Berita Lainnya