sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menlu Retno tekankan pentingnya diplomasi perdamaian

Menurut Retno, semangat kebaikan Ramadan turut Indonesia bawa saat duduk menjadi Presiden DK PBB selama Mei 2019.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 15 Mei 2019 11:46 WIB
Menlu Retno tekankan pentingnya diplomasi perdamaian

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengadakan acara buka puasa bersama para duta besar negara sahabat dalam "Pejambon Ifthar 2019" di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (14/5). Retno menekankan pentingnya diplomasi perdamaian di bulan ini.

Dalam pidato sambutan, Menlu Retno menyampaikan bulan Ramadan merupakan bulan yang suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Menlu menegaskan, Ramadan merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan perbuatan terpuji dengan membawa semangat perdamaian.

"Pada bulan ini kita didorong untuk melakukan perbuatan baik, bahkan lebih dari bulan-bulan lainnya. Ramadan harus membawa semangat kebaikan," ujarnya.

Semangat kebaikan tersebut, lanjutnya, turut Indonesia bawa saat duduk menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB (DK PBB) selama Mei 2019.

Sesuai dengan tema besar Ramadan, Menlu Retno memaparkan bahwa Indonesia mengusung tema "Investasi dalam Perdamaian" selama menjabat sebagai Presiden DK PBB.

"Tiga hari lalu saya baru saja kembali dari New York, Amerika Serikat, untuk mengetuai sejumlah sidang DK PBB. Sidang-sidang tersebut fokus pada pemeliharaan perdamaian serta ada pertemuan mengenai Palestina," jelasnya.

Selain itu, Menlu memaparkan bahwa sepekan lalu, dia baru saja berkunjung ke Doha, Qatar, untuk melakukan pertemuan mengenai proses perdamaian di Afghanistan.

"Sebagai bentuk tindak lanjut, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Desra Percaya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani di Kabul pada Minggu (12/5)," lanjutnya.

Sponsored

Menlu Retno menyebut, Indonesia akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk berkontribusi bagi proses perdamaian di Afghanistan.

Kemudian pada akhir Mei, menlu menyatakan Indonesia akan berpartisipasi dalam KTT OKI di Mekah, Arab Saudi. "Dalam KTT itu, Indonesia akan mendorong kesatuan, berkontribusi untuk perdamaian negara Islam, serta menyerukan kembali perdamaian bagi Palestina," kata dia.