sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Militer Myanmar sebut Suu Kyi bakal muncul di pengadilan

Kudeta militer pada 1 Februari telah menjerumuskan negara Asia Tenggara tersebut dalam kekacauan.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 24 Mei 2021 11:27 WIB
Militer Myanmar sebut Suu Kyi bakal muncul di pengadilan

Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing mengatakan, pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, dalam kondisi sehat di rumah. Dia menambahkan, Aung San Suu Kyi akan muncul di pengadilan dalam beberapa hari.

Kudeta militer pada 1 Februari telah menjerumuskan negara Asia Tenggara tersebut dalam kekacauan. Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian atas perjuangan panjangnya melawan penguasa militer sebelumnya, termasuk di antara lebih dari 4.000 orang yang ditangkap sejak kudeta terjadi.

Dia menghadapi dakwaan yang berkisar dari memiliki radio walkie-talkie secara ilegal hingga melanggar undang-undang negara.

"Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat. Dia ada di rumahnya dan sehat. Dia akan menghadapi persidangan di pengadilan dalam beberapa hari," kata Min Aung Hlaing melalui tautan video wawancara yang dirilis pada Sabtu (22/5).

Pewawancara bertanya kepada Min Aung Hlaing apa pendapatnya tentang kinerja Suu Kyi yang dikagumi secara luas di negara berpenduduk 53 juta itu untuk kampanyenya yang telah membawa reformasi demokrasi tentatif yang terpotong oleh kudeta.

"Dia mencoba segala upaya yang dia bisa dilakukannya," jawab Min Aung Hlaing.

Dia menegaskan kembali bahwa militer telah merebut kekuasaan karena telah mengidentifikasi kecurangan dalam pemilihan yang dimenangkan oleh partai pimpinan, Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada November 2020, meskipun tuduhannya ditolak oleh komisi pemilihan nasional.

Min Aung Hlaing menyatakan, militer akan mengadakan pemilu baru dan potensi perubahan pada konstitusi kemungkinan besar akan terjadi jika itu adalah kehendak rakyat.

Sponsored

Sidang pengadilan Suu Kyi berikutnya dijadwalkan pada Senin (24/5) di Naypyidaw. Sejauh ini dia hanya muncul melalui tautan video dan belum diizinkan untuk berbicara langsung dengan pengacaranya.

Pemerintah militer telah mengutip alasan keamanan untuk tidak mengizinkan Suu Kyi berbicara dengan pengacaranya secara pribadi karena militer belum menetapkan kendali atas negara itu dalam menghadapi protes harian, pemogokan, dan pertempuran dengan kelompok pemberontak yang menentang kudeta.

Sumber : Al Jazeera

Berita Lainnya